PALEMBANG — PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga tiga produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini dipastikan berlaku di seluruh wilayah Sumatera Selatan yang mengikuti ketentuan harga BBM nonsubsidi nasional, memberikan keringanan bagi pengguna kendaraan diesel dan kendaraan berperforma tinggi di daerah tersebut.
Penurunan harga ini merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia, kondisi pasar energi global, aspek fiskal, serta daya beli masyarakat.
Penurunan paling besar terjadi pada Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp21.150 per liter, atau turun Rp3.650 dari harga sebelumnya Rp24.800 per liter. Sementara itu, Dexlite juga mengalami koreksi harga sebesar Rp3.300 per liter, dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.
Adapun Pertamax Turbo, yang kerap digunakan kendaraan berperforma tinggi, turun Rp1.450 per liter. Harganya berubah dari sebelumnya Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter.
Di sisi lain, Pertamina memutuskan mempertahankan harga dua produk bensin nonsubsidi lainnya. Pertamax tetap dijual Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green masih bertahan di harga Rp17.000 per liter.
Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar masih Rp6.800 per liter. Artinya, tidak ada perubahan untuk segmen bahan bakar yang paling banyak digunakan masyarakat Sumsel.
Penyesuaian harga ini diharapkan dapat memberikan keringanan bagi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan berbahan bakar diesel dan kendaraan berperforma tinggi yang menggunakan Pertamax Turbo. Kebijakan ini berlaku di wilayah yang mengikuti ketentuan harga BBM nonsubsidi Pertamina, termasuk Sumatera Selatan dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia.