PALEMBANG — KKN Kemitraan tahun ini mengusung tema “Mahasiswa Berkarya, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Yenrizal, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Yenrizal dalam kegiatan pembekalan tersebut.
Pelaksanaan KKN di Desa Bitis dirancang sebagai program percontohan. Yenrizal menyebut, jika model kolaborasi antara kampus dan masyarakat ini berhasil, desa tersebut akan menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain.
“Dengan semangat ini, KKN diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi muda yang unggul secara akademik, tangguh dalam pengabdian, serta memiliki kepedulian sosial dan nilai-nilai moral yang tinggi,” tambahnya.
Ketua PW Muslimat NU Sumatera Selatan, Hj. Khoiriyah, didampingi Ketua III Bidang Pendidikan Rubayah, menjelaskan bahwa mahasiswa akan mendapat penugasan khusus dengan pendekatan learning by doing. Pendampingan difokuskan pada tiga bidang utama.
Pertama, pengelolaan Program Desa Ruang Bersama Indonesia (RBI). Kedua, pendampingan dan pembinaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Muslimat NU dalam pengembangan kawasan pangan, meliputi pertanian, perikanan, dan peternakan. Ketiga, pendampingan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Muslimat NU.
“Mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan program KKN, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, mengembangkan usaha produktif, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi desa,” kata Hj. Khoiriyah.
Desa Bitis kini menjadi salah satu desa binaan PW Muslimat NU Sumsel dengan ekosistem pemberdayaan yang terus berkembang. Di desa tersebut telah terbentuk lebih dari 15 unit usaha dan kelompok usaha produktif.
Unit-unit usaha itu mencakup budidaya jamur merang, usaha jasa penjahit, kelompok peternakan, kelompok budidaya perikanan, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) petani jagung. Seluruh kegiatan ini menjadi laboratorium pembelajaran berbasis masyarakat atau living laboratory bagi mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa belajar dari masyarakat sekaligus menghadirkan solusi dan inovasi yang memberikan manfaat nyata,” tegas Hj. Khoiriyah.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa juga memperoleh materi dari berbagai kalangan profesional. Selain dosen UIN Raden Fatah dan PW Muslimat NU, hadir pula perwakilan dari PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), PT Pupuk Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di lapangan. KKN Kemitraan dijadwalkan berlangsung di Desa Bitis dalam waktu dekat.