PALEMBANG — Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengumumkan angka terbaru korban gempa yang terus meningkat. Dalam konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi VTV, Sabtu (12/7) sore waktu setempat, ia menyebutkan jumlah korban tewas bertambah 215 orang dibandingkan laporan resmi sebelumnya.
“Hingga 11 Juli 2026, jumlah warga Venezuela yang meninggal akibat gempa bumi dahsyat pada 24 Juni mencapai 4.333 orang, sementara 16.740 orang terluka dan 6.462 orang berhasil diselamatkan,” kata Rodriguez.
Ia menambahkan, jumlah korban luka dan warga yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan tidak mengalami perubahan dari pembaruan sebelumnya. Artinya, seluruh pertambahan korban jiwa merupakan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan meninggal.
Pemerintah Venezuela mencatat bantuan darurat telah disalurkan kepada 86.794 keluarga yang terdampak langsung bencana. Sebanyak 94 tempat penampungan sementara kini beroperasi dan menampung 18.437 orang.
Rodriguez mengungkapkan, masih ada 17.907 warga lainnya yang belum memiliki tempat tinggal permanen pascagempa. Bencana tersebut merusak 856 bangunan, termasuk 190 bangunan yang hancur total dan tidak bisa lagi dihuni.
Sejak gempa utama pada 24 Juni, otoritas setempat mencatat telah terjadi 1.202 gempa susulan. Kondisi ini memperlambat proses evakuasi dan meningkatkan risiko bagi tim penyelamat yang masih bekerja di lapangan.
Upaya tanggap darurat melibatkan 31.837 personel penyelamat, lebih dari 30.000 relawan, serta 2.422 petugas penyelamat dari luar negeri. Jumlah personel asing yang dikerahkan menunjukkan skala bencana yang luar biasa dan solidaritas internasional terhadap Venezuela.
Gempa ganda yang melanda Venezuela pada 24 Juni lalu menjadi salah satu bencana seismik paling mematikan di kawasan Amerika Latin dalam satu dekade terakhir. Pemerintah Venezuela masih terus melakukan pencarian korban dan pendataan kerusakan infrastruktur secara menyeluruh.