Reses DPRD Sumsel di Desa Gajah Mati: Rp10 Miliar untuk Perbaikan Jalan, Warga Juga Minta Ekskavator dan TOA

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 16:21:31 WIB
Anggota DPRD Sumsel berdiskusi dengan warga Desa Gajah Mati dalam kegiatan reses di balai desa.

MUSI BANYUASIN — Enam anggota DPRD Sumsel dari Daerah Pemilihan IX turun ke Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, untuk menjaring aspirasi warga dalam kegiatan reses. Pertemuan yang digelar di balai desa itu dihadiri oleh Kepala Desa Arianto, tokoh masyarakat, serta sekitar ratusan warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pekebun.

Jalan Rusak dan Lahan Pertanian Jadi Keluhan Utama

Dalam sesi dialog, warga bernama Jayadi meminta pemerintah mempercepat perbaikan jalan penghubung dari Kecamatan Sungai Keruh menuju Kabupaten PALI. Ia menilai kondisi jalan saat ini sangat rusak dan menghambat distribusi hasil bumi maupun mobilitas sehari-hari.

Tak hanya soal jalan, Jayadi juga menyoroti kesulitan petani membuka lahan setelah adanya larangan membakar. Ia menilai sepuluh unit ekskavator yang disiapkan pemerintah untuk satu kabupaten belum mencukupi kebutuhan di lapangan. Hal senada disampaikan Amrullah yang berharap ada solusi konkret untuk pembukaan lahan pertanian.

Anggaran Rp10 Miliar untuk Infrastruktur Jalan

Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRD Sumsel yang hadir menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar pada tahun 2026 untuk perbaikan jalan di wilayah tersebut. Selain itu, untuk sektor perkebunan, pemerintah tengah melakukan penataan tata ruang dan tata wilayah sebagai bagian dari alih fungsi lahan pertanian menuju kawasan perkebunan.

Soal ekskavator, Pemkab Muba telah menyiapkan sepuluh unit yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Namun, biaya bahan bakar minyak (BBM) dan honor operator menjadi tanggungan peminjam. Proses pengajuan dilakukan melalui pendataan kepala desa yang diteruskan ke Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin.

Usulan Pengeras Suara dan Dana Transportasi

Ketua Pengajian Desa Gajah Mati, Maryani, mengusulkan bantuan pengeras suara untuk menunjang kegiatan keagamaan. Sementara Nona Hadisah Rohayani, Ketua Pengajian Gajah Mati lainnya, menambahkan usulan bantuan dana transportasi bagi warga yang memiliki keperluan ke Pendopo Sekayu, serta seragam untuk kelompok pengajian.

Menurut anggota dewan, usulan pengeras suara akan direalisasikan dalam bentuk barang sesuai mekanisme yang berlaku. Sementara di bidang pendidikan, masyarakat diingatkan bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya pembangunan maupun SPP, dan Pemkab Muba tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan.

Desa dengan 3.600 Jiwa dan Program Santunan Kematian

Kepala Desa Gajah Mati, Arianto, menyebut desanya berpenduduk sekitar 3.600 jiwa. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah desa memiliki program santunan kematian sebesar Rp1 juta bagi setiap warga yang meninggal dunia. Reses ini menjadi bahan bagi anggota DPRD Sumsel untuk memperjuangkan program pembangunan prioritas dalam pembahasan anggaran mendatang.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top