9 Fakta Unik Sungai Musi Palembang, Sungai Bersejarah Peninggalan Sriwijaya yang Jadi Ikon Sumatera Selatan

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28:01 WIB
Perahu ketek melintas di perairan Sungai Musi yang menjadi jalur perdagangan sejak era Kerajaan Sriwijaya.

PALEMBANG — Dari hulu di Pegunungan Bukit Barisan hingga bermuara di Selat Bangka, Sungai Musi membentang sepanjang 750 kilometer, menjadikannya salah satu sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Lebih dari sekadar jalur transportasi, sungai ini adalah sakbis bisu peradaban yang terus mengalir.

Julukan Batanghari Sembilan, Apa Artinya?

Masyarakat setempat menyebut Sungai Musi dengan julukan Batanghari Sembilan. Julukan ini bukan tanpa alasan. Sungai ini memiliki delapan anak sungai besar yang bermuara ke aliran utamanya, yaitu Sungai Komering, Rawas, Leko, Lakitan, Kelingi, Beliti, Ogan, dan Enim. Delapan aliran ini, ditambah dengan Sungai Musi sendiri, membentuk sembilan urat nadi yang menghidupi ekosistem dan ekonomi di sekitarnya.

Peninggalan Sriwijaya yang Masih Hidup

Sejak era Kerajaan Sriwijaya, Sungai Musi telah menjadi jalur perdagangan dan pelayaran utama. Bukti sejarahnya masih bisa ditemukan di dasar sungai, mulai dari keramik kuno hingga struktur bangunan masa lampau. Hingga kini, aktivitas nelayan, perahu ketek, dan kapal wisata masih menjadi pemandangan sehari-hari, membuktikan bahwa denyut kehidupan di sungai ini tidak pernah padam.

Potensi Wisata yang Memikat

Pemerintah daerah terus mengembangkan potensi wisata Sungai Musi. Wisatawan bisa menikmati keindahan sungai sambil menyusuri Jembatan Ampera yang ikonik, mengunjungi Pasar 16 Ilir yang legendaris di tepian sungai, atau menyaksikan matahari terbenam dari atas perahu. Pasar tradisional di tepian sungai masih menjadi pusat transaksi jual-beli hasil bumi dan ikan air tawar setiap harinya.

Keunikan Sungai Musi tidak hanya terletak pada panjang dan sejarahnya, tetapi juga pada perannya sebagai penghubung budaya dan ekonomi antarwilayah. Dari hulu hingga hilir, sungai ini terus menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Sumatera Selatan.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: sumeks.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top