Tokoh Muda NU Palembang, M. Arief Rizky, Dorong Rekomendasi Forum Pulau Kemaro Segera Dibawa ke Pemkot dan DPRD

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 16:09:01 WIB
Tokoh muda NU Palembang, M. Arief Rizky, mendorong rekomendasi Forum Pulau Kemaro segera diaudienasikan ke DPRD dan Wali Kota Palembang.

Desakan itu disampaikan Arief usai mengikuti forum urun rembuk di SMA NU Palembang, Selasa (14/7/2026). Forum tersebut menghadirkan tokoh agama, budayawan, akademisi, dan zuriat tokoh bersejarah yang membahas upaya mengembalikan identitas historis Pulau Kemaro.

Audiensi ke DPRD dan Wali Kota Jadi Langkah Strategis

Menurut Arief, seluruh poin yang telah disepakati dalam forum harus dicatat secara sistematis. Dokumen itu nantinya dilampirkan dalam surat permohonan audiensi kepada DPRD Kota Palembang dan Wali Kota Palembang.

"Agar diskusi hari ini dapat menjadi langkah konkret, poin-poin tuntutan yang telah disepakati perlu dicatat dan dilampirkan dalam surat permohonan audiensi kepada DPRD Kota Palembang dan Wali Kota Palembang. Tujuannya, agar segera dilaksanakan rapat dengar pendapat," ujar Arief.

Ia menilai audiensi menjadi pintu masuk untuk membuka ruang dialog antara masyarakat dan pemangku kepentingan. Melalui rapat dengar pendapat, berbagai rekomendasi yang lahir dari forum bisa dibahas secara komprehensif.

Bukan Sekadar Destinasi Wisata

Arief menegaskan bahwa Pulau Kemaro bukan hanya objek wisata. Pulau di tengah Sungai Musi itu merupakan bagian dari identitas sejarah dan budaya Kota Palembang yang harus dijaga keberadaannya.

"Harapan kami, seluruh aspirasi yang telah dirumuskan dalam forum ini dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan resmi bersama pemerintah dan DPRD. Dengan demikian, upaya pelestarian sejarah Pulau Kemaro dapat dilakukan secara terarah, kolaboratif, dan menghasilkan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya.

Pelestarian Butuh Kolaborasi, Bukan Kerja Parsial

Menurut Arief, pelestarian Pulau Kemaro tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, akademisi, budayawan, zuriat tokoh bersejarah, serta pengelola kawasan.

Forum urun rembuk ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kebijakan yang berpihak pada pelestarian nilai-nilai sejarah, budaya, dan keagamaan di Pulau Kemaro. Dengan begitu, warisan sejarah tersebut tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: sumselindependen.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top