PALEMBANG — Polri tidak hanya bergerak setelah aksi terjadi. Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri memulai tahun ajaran baru dengan membekali ribuan pelajar di Palembang dan Banyuasin untuk mengenali serta menangkal paham radikal yang kini masif menyasar remaja lewat ruang digital.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menjelaskan bahwa pola perekrutan kelompok radikal telah bergeser ke dunia maya. Media sosial hingga platform game online kini dimanfaatkan untuk menjangkau anak-anak usia remaja.
"Kita ingin membekali para siswa baru agar memiliki daya tangkal yang kuat terhadap penyebaran paham yang kini masif memanfaatkan ruang digital," ujarnya di Palembang, Kamis.
Rangkaian edukasi dimulai Senin (13/7) di SMAN 10 Palembang. Briptu Achmad Nur Rohman memberikan pemahaman kepada 500 siswa baru tentang pentingnya kemampuan menyaring informasi. Siswa didorong mampu mengenali situs web, akun, dan konten yang mengarah pada radikalisme.
Sehari kemudian, kegiatan berlangsung di dua lokasi berbeda. Di SMPN 06 Talang Kelapa, Banyuasin, Briptu Nicolas Saputra memaparkan penguatan empat konsensus dasar negara kepada 210 siswa. Ia mengingatkan untuk mewaspadai tren belajar agama secara instan lewat media sosial.
Di hari yang sama, Brigpol Wahyu Ansori bersama Brigpol Putra Yesa memberikan pembekalan kepada sekitar 500 siswa di SMKN 1 Palembang. Materi yang diangkat soal tahapan radikalisme yang dimulai dari sikap intoleransi. Pancasila ditekankan sebagai benteng utama dalam kehidupan berbangsa.
Selain membekali siswa, Densus 88 juga mengingatkan pentingnya peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak. Menurut Kombes Nandang, kolaborasi antara aparat hukum, lembaga pendidikan, dan keluarga sangat krusial.
"Kita berharap dengan pembekalan sejak hari pertama masuk sekolah ini, lingkungan pendidikan di Sumsel tetap aman, toleran, serta bersih dari pengaruh paham ekstremisme yang bertentangan dengan Pancasila," katanya.
Kegiatan sosialisasi di tiga sekolah berlangsung interaktif. Kepala sekolah dan jajaran dewan guru turut mendampingi jalannya sesi edukasi yang mendapat respons antusias dari para pelajar.