PALEMBANG — Masyarakat di dua kabupaten di Sumatra Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada Jumat dini hari. Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, hujan petir diprediksi mengguyur Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara pada pukul 01.00 WIB.
BMKG mengingatkan bahwa hujan petir di kedua wilayah tersebut dapat disertai kilat dan angin kencang sesaat. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu aktivitas warga yang masih berada di luar rumah pada malam hingga dini hari.
Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di ruang terbuka ketika hujan disertai petir terjadi. Selain itu, kewaspadaan terhadap pohon tumbang dan genangan air di sejumlah titik juga perlu ditingkatkan.
Selain Musi Rawas dan Musi Rawas Utara, BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan turun di sejumlah daerah lain. Empat Lawang diperkirakan mengalami hujan sejak siang hingga sore, kemudian kembali turun pada malam dan dini hari.
Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Lubuk Linggau, Pagar Alam, OKU Selatan, serta PALI juga berpotensi diguyur hujan pada beberapa periode waktu. Sementara itu, Palembang, Banyuasin, Prabumulih, Ogan Ilir, dan OKI cenderung cerah berawan sepanjang hari.
BMKG mencatat suhu udara di Sumatra Selatan berkisar antara 15 hingga 34 derajat Celsius. Suhu terendah diprakirakan terjadi di kawasan dataran tinggi seperti Lahat, Pagar Alam, Muara Enim, dan Empat Lawang yang mencapai sekitar 15–16 derajat Celsius.
Suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celsius diprakirakan terjadi di Kabupaten Lahat. Kecepatan angin umumnya berada pada kisaran 9–29 kilometer per jam dengan tingkat kelembapan udara mencapai 50–100 persen.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca, terutama bagi yang akan melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar ruangan. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG di website bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial @infocuacasumsel.