PALEMBANG — Kanit Bintibsos Sat Binmas Polrestabes Palembang Iptu Sumaryani menilai pemahaman soal tertib lalu lintas menjadi krusial bagi siswa SMA. Pasalnya, di usia ini mereka mulai beralih menggunakan sepeda motor untuk mobilitas ke sekolah, namun kerap belum dibekali pengetahuan berkendara yang memadai.
"Melalui sosialisasi ini, Polrestabes Palembang berharap para siswa tidak hanya patuh pada aturan hukum, tapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan agen penegak disiplin di tengah masyarakat," kata Iptu Sumaryani di Palembang, Jumat.
Dalam sesi yang berlangsung di tengah MPLS tersebut, personel Binmas tidak hanya menyampaikan tata tertib di jalan raya. Larangan balap liar turut menjadi salah satu poin yang ditekankan, mengingat maraknya aksi tersebut di kalangan pelajar.
Materi penguat karakter juga disisipkan dalam kegiatan ini. Para siswa diberikan pemahaman mengenai bahaya judi online, narkoba, aksi tawuran, hingga pencegahan perilaku perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Iptu Sumaryani secara khusus memberikan imbauan kepada para orang tua murid yang hadir. Pihaknya meminta agar orang tua lebih bijak dalam memberikan izin membawa kendaraan bermotor kepada anak-anak mereka yang belum cukup umur atau belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kebijakan ini dinilai penting karena banyak pelajar yang nekat membawa kendaraan tanpa memahami risiko hukum dan keselamatan di jalan raya.
Pihak Polrestabes Palembang memastikan kegiatan serupa tidak akan berhenti di SMAN 13. Sosialisasi akan terus digencarkan secara bergantian ke sejumlah SMA dan SMK di wilayah hukum Polrestabes Palembang selama tahun ajaran baru ini.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi kepolisian untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Sumatera Selatan, khususnya di Kota Palembang.