SUMATERA SELATAN — Insiden terjadi pada 20 Juni lalu. Sebuah robotaxi Zoox memasuki area yang dipenuhi asap tebal akibat kebakaran di jalur lalu lintas. Kendaraan itu mengerem keras, mencoba bermanuver, lalu berhenti total.
Petugas pemadam kebakaran kemudian menempatkan kerucut lalu lintas untuk menutup dua dari tiga jalur yang ada. Menurut laporan penarikan yang diajukan Zoox ke regulator, robotaxi baru bisa bergerak mundur setelah dikendalikan dari jarak jauh oleh seorang operator taktis. Insiden ini menjadi satu-satunya kasus di mana armada Zoox kesulitan menghadapi asap tebal.
Zoox merilis pembaruan perangkat lunak yang meningkatkan kemampuan deteksi dan respons kendaraan terhadap asap tebal. Pembaruan ini mencakup seluruh 105 unit robotaxi yang beroperasi. Perusahaan menyebut langkah ini sebagai tindakan preventif, bukan akibat kegagalan sistem yang meluas.
Ini bukan kali pertama Zoox mengeluarkan recall perangkat lunak. Pada Mei 2025, perusahaan menarik kembali sejumlah armada setelah salah satu robotaxi bertabrakan dengan mobil penumpang di Las Vegas.
Insiden Zoox muncul di tengah meningkatnya perhatian regulator terhadap kemampuan kendaraan otonom dalam menangani situasi darurat. Pada awal Juli 2025, NHTSA menerbitkan surat yang mendesak perusahaan kendaraan otonom untuk segera memperbaiki masalah interferensi robotaxi di lokasi kejadian darurat.
"Ketidakmampuan mendeteksi dan merespons situasi semacam ini secara tepat merupakan kekurangan fungsional. Lokasi darurat bukanlah 'kasus tepi' yang langka atau ekstrem," tulis Administrator NHTSA Jonathan Morrison. NHTSA juga berencana mengadakan pertemuan dengan seluruh perusahaan kendaraan otonom pada akhir Juli untuk membahas masalah ini.
Penarikan ini menjadi catatan di tengah tahun yang terbilang positif bagi Zoox. Perusahaan baru saja memperkenalkan versi terbaru robotaxi dan mengumumkan rencana perluasan area layanan di Las Vegas dan San Francisco pada Maret lalu. Zoox juga mulai menguji perangkat lunaknya di kota-kota baru.
Meski demikian, kemampuan robotaxi menangani asap, api, atau situasi darurat lainnya menjadi sorotan utama. Perusahaan seperti Waymo juga tengah menghadapi pengawasan serupa saat mereka memperluas uji coba dan layanan komersial di berbagai kota di Amerika Serikat.