PALEMBANG — Sudah lebih dari sepekan Sialang Expo 2026 usai, tetapi semaraknya masih terasa di pelataran Masjid Al Ikhlas, Jalan Musi Raya Timur. Tenda-tenda yang memanjang di bahu jalan, spanduk raksasa bertuliskan "Sialang Expo 2026", serta lalu-lalang kendaraan yang justru menambah meriah suasana menjadi pemandangan yang tak mudah dilupakan warga setempat.
Yang membuat perhelatan ini istimewa: penyelenggaranya bukan perusahaan besar atau instansi pemerintah tingkat kota, melainkan pemerintah kelurahan. Untuk pertama kalinya dalam catatan pemerintahan Palembang, sebuah kelurahan berani menggelar expo dan dinilai berhasil.
Lurah Sialang Dan Iqbal mengungkapkan, ide awal kegiatan ini muncul dari salah satu ketua RT muda di wilayahnya. "Masih banyak kekurangan di sana-sini, tetapi ini menjadi evaluasi dan pemacu semangat agar penyelenggaraan expo pada 2027 mendatang semakin baik," ujarnya.
Menurut Dan Iqbal, selain mendorong ekonomi warga, Sialang Expo juga menjadi momentum untuk memperkenalkan nama kelurahan yang selama ini belum populer. "Kalau ditanya sepuluh orang, hanya satu yang tahu di mana letak Kelurahan Sialang," katanya. Kelurahan yang terdiri dari 13 RW, 69 RT, dan dihuni lebih dari 20.000 jiwa ini memang masuk dalam wilayah Kecamatan Sako bersama tiga kelurahan lain: Sako, Sako Baru, dan Sukamaju.
Pengamat Ekonomi Sumatera Selatan, Amidi, menilai expo tingkat kelurahan sangat bermanfaat karena mempertemukan konsumen secara langsung, termasuk mereka yang tidak sengaja melintas. "Justru expo harus sesering mungkin diadakan. UMKM jangan dibebani sewa lapak yang mahal. Bila perlu digratiskan karena pemerintah punya dana pembinaan atau bisa menggandeng sponsor," kata Amidi.
Ia menambahkan, pendampingan dalam expo juga krusial. "Misalnya di Kelurahan A ada nugget ikan lele sebagai inovasi, itu harus diekspos. Bila perlu disiapkan cara prosesnya sampai hasil akhir," ujarnya. Amidi mendorong adanya jadwal rutin expo di setiap kelurahan dan kecamatan, bahkan setiap pekan di mal-mal secara gratis seperti yang kerap dilakukan KADIN Sumsel.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyambut positif terobosan ini. Ia berharap Sialang Expo tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus menjadi contoh bagi kelurahan lain. "Beragam kegiatan seperti ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat," ujarnya.
Dengan 107 kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan di Palembang, langkah Kelurahan Sialang membuka peluang bagi lahirnya ide-ide kreatif serupa di tingkat bawah. Jika setiap kelurahan mampu menggerakkan ekonomi warganya melalui even rutin, bukan tidak mungkin perputaran uang di kota ini akan meningkat secara signifikan.