China Diajak Garap PLTS 100 GW, Airlangga Incar Investasi Konkret dari Negeri Tirai Bambu

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:54:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak China untuk berinvestasi dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW di Indonesia.

SUMATERA SELATAN — Ajakan tersebut disampaikan Airlangga dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai, Jumat (17/7) malam. Dalam forum itu, kedua pihak membahas penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, hingga transisi energi.

Potensi Besar Usai Suksesnya PLTS Cirata

Airlangga mencontohkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata sebagai bukti nyata potensi kerja sama kedua negara. "Indonesia mengapresiasi keterlibatan investasi China dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata. Proyek tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama Indonesia-China dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, dan pencapaian target penurunan emisi," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, industri panel surya yang sudah beroperasi di Indonesia masih perlu diperkuat. Penguatan ini harus diarahkan untuk membangun rantai pasok industri tenaga surya yang lebih lengkap dan terintegrasi di dalam negeri.

China, Mitra Dagang dan Investor Terbesar

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mengingatkan posisi strategis China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia. Sepanjang 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai 154,6 miliar dolar AS dengan tren pertumbuhan rata-rata 7,24 persen selama periode 2021-2025.

Dari sisi investasi, China juga masuk dalam tiga besar sumber penanaman modal asing (PMA) di Indonesia. Realisasi investasi China pada 2025 mencapai hampir 8,1 miliar dolar AS, atau sekitar 13 persen dari total investasi asing. Sektor yang paling banyak diminati meliputi industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.

Nota Kesepahaman Rp 37 Triliun Harus Segera Ditindaklanjuti

Airlangga juga mendorong realisasi kerja sama melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP). Hingga saat ini, sudah ada 30 nota kesepahaman yang ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun. "Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret," tegasnya.

Pemerintah juga berharap Kementerian Perdagangan China bisa mendorong perusahaannya untuk terlibat dalam pengembangan kawasan industri dan komersial di Indonesia.

Menuju Perdagangan yang Lebih Seimbang

Di bidang perdagangan, Indonesia mendorong hubungan dagang yang lebih seimbang. Caranya dengan perluasan akses pasar bagi produk Indonesia, peningkatan ekspor produk bernilai tambah, penguatan hilirisasi, serta investasi yang berorientasi ekspor.

Airlangga menyebut, Danantara Indonesia diharapkan bisa menjadi mitra strategis dalam menarik investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, hingga transfer teknologi. Dukungan China juga diminta untuk pembentukan Sekretariat RCEP di Indonesia dan penguatan agenda RCEP 3.0.

"Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara," pungkas Airlangga.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top