PALI — Ratusan warga memadati lokasi sejak sore hingga malam untuk menyaksikan pembukaan Night Culinary yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta puluhan pelaku UMKM. Acara ini menghadirkan puluhan stan yang menjajakan aneka kuliner tradisional khas PALI, jajanan modern, hingga minuman kekinian.
Dalam sambutannya, Asgianto menegaskan bahwa Night Culinary bukan sekadar ajang hiburan, melainkan strategi Pemkab PALI untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. “Night Culinary ini kami hadirkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang, mempromosikan kuliner khas daerah, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Asgianto.
Bupati berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin dan menjadi ikon wisata kuliner malam di Kabupaten PALI. “Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan menjadi ikon wisata kuliner malam di Kabupaten PALI,” katanya.
Selain berburu kuliner, masyarakat juga disuguhi hiburan musik dan penampilan seni budaya yang menambah semarak suasana malam. Asgianto mengapresiasi antusiasme para pelaku usaha yang berpartisipasi dalam kegiatan perdana ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelaku UMKM. Semoga kegiatan ini mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat Kabupaten PALI,” ucapnya.
Pemkab PALI optimistis Night Culinary dapat memberikan dampak langsung berupa peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal. Kehadiran kegiatan ini juga diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung untuk menikmati produk unggulan daerah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat identitas Bumi Serepat Serasan sebagai daerah yang terus mendorong kemajuan UMKM dan sektor ekonomi kerakyatan. Pemkab menargetkan Night Culinary bisa menjadi agenda rutin yang memperkuat daya tarik PALI sebagai destinasi wisata kuliner di Sumatera Selatan.