Personel BPBD Padamkan Karhutla di Desa Suka Maju Sungai Rotan Muara Enim, 6 Hektare Kebun Karet Terbakar

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 01:48:31 WIB
Personel BPBD bersama tim gabungan memadamkan api di lahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, Muara Enim.

MUARA ENIM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, Muara Enim, masih dalam penanganan tim gabungan. Peristiwa ini telah berlangsung sejak Jumat (24/7) pukul 13.10 WIB, dan hingga hari ketiga, luas lahan yang terbakar mencapai 6 hektare.

Pemadaman Libatkan Puluhan Personel dan Helikopter Water Bombing

Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra mengatakan, pemadaman hari ketiga ini melibatkan tim gabungan dari BPBD Muara Enim, Manggala Agni, TNI, Polri, serta masyarakat sekitar. Mereka dikerahkan ke lokasi titik api yang berjarak sekitar 22 kilometer dari posko Karhutla Gelumbang.

"Hari ini merupakan hari ketiga pemadaman kami lakukan bersama tim gabungan Satgas Karhutla," kata Abdurrozieq saat dihubungi dari Palembang, Senin.

Pemadaman tidak hanya dilakukan dari darat. Dua unit helikopter water bombing juga diterjunkan untuk melakukan penyiraman dari jalur udara guna mempercepat pemadaman api.

3 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan, Sumber Api dari Kanal

Pada Minggu (26/7) pukul 20.00 WIB, tim gabungan berhasil memadamkan lebih dari 3 hektare lahan yang terbakar. Sisanya masih dalam proses pemadaman pada hari ketiga ini.

Untuk operasi hari ketiga, BPBD mengerahkan satu unit kendaraan roda empat, 11 unit roda dua, satu unit mobil pemadam kebakaran, empat set mesin jinjing, dan empat roll selang machino. Sumber air untuk pemadaman berasal dari kanal di sekitar lokasi.

"Mudah-mudahan hari ini karhutla padam total," ujarnya.

Penyebab Karhutla Masih Diselidiki

Hingga saat ini, penyebab kebakaran hutan dan lahan di Desa Suka Maju masih belum diketahui. Tim gabungan terus berupaya mengantisipasi agar api tidak meluas dan menimbulkan bencana kabut asap.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top