Pemprov Sumsel Genjot Produksi Beras Lewat Program Pekarangan dan Perluasan Lahan, Target 4 Juta Ton Nasional

Penulis: Nasrul Effendi  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 11:25:31 WIB
Wagub Sumsel Cik Ujang meninjau pemanfaatan pekarangan rumah warga untuk budi daya ikan dan sayuran dalam program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

PALEMBANG — Produksi beras Sumatera Selatan terus mencatat kenaikan signifikan dalam lima tahun terakhir. Data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel menunjukkan produksi beras melonjak dari 2,55 juta ton pada 2021 menjadi 3 juta ton pada 2025. Angka ini menjadi modal utama provinsi untuk mendukung target produksi beras nasional sebesar 4 juta ton pada 2026.

Ibu Rumah Tangga Jadi Garda Terdepan GSMP

Wagub Cik Ujang menekankan peran ibu rumah tangga dalam menggerakkan program ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Pekarangan rumah, meski terbatas, bisa dimanfaatkan untuk budi daya ikan, beternak ayam, menanam sayuran, hingga pohon buah-buahan.

"Jika kegiatan ini dilakukan secara masif, sebagian kebutuhan pangan dapat dipenuhi sendiri sesuai dengan tujuan GSMP," ujar Cik Ujang di Palembang, Senin.

Lahan Tidur Disulap Jadi Sawah Produktif

Selain mengoptimalkan pekarangan, Pemprov Sumsel juga mendorong ekstensifikasi lahan pertanian. Lahan tidur atau tidak produktif di berbagai daerah mulai diubah menjadi areal pertanian baru. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono menyebut luas baku sawah (LBS) bertambah sekitar 50 ribu hektare hingga 2026.

Dengan penambahan tersebut, total LBS Sumsel kini mencapai 520 ribu hektare. Lahan ini menjadi andalan peningkatan produksi beras dari tahun ke tahun.

Produksi Beras Tembus 3 Juta Ton

Data produksi beras Sumsel menunjukkan tren positif: 2,55 juta ton (2021), 2,77 juta ton (2022), 2,83 juta ton (2023), 2,84 juta ton (2024), dan 3 juta ton pada 2025. Kenaikan ini didorong oleh program intensifikasi pertanian yang memaksimalkan lahan eksisting melalui penggunaan bibit unggul dan pupuk tepat guna.

Bambang optimistis target produksi beras nasional 2026 bisa tercapai jika GSMP dan perluasan lahan terus digalakkan. "Melalui GSMP dan berbagai upaya memperkuat ketahanan pangan lainnya, diharapkan dapat mendukung target produksi beras nasional," jelasnya.

Dampak Langsung bagi Warga

Program pekarangan pangan dinilai mampu menekan belanja rumah tangga hingga puluhan persen. Warga di beberapa kabupaten seperti Ogan Ilir dan Banyuasin sudah mulai merasakan manfaatnya. Sayuran dan ikan hasil pekarangan tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga dijual ke tetangga atau warung sekitar.

Pemprov Sumsel berencana memperluas jangkauan GSMP ke seluruh desa dan kelurahan pada 2026. Targetnya, setiap rumah tangga memiliki minimal satu jenis komoditas pangan di pekarangannya.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top