PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang memastikan perlindungan dan pemenuhan hak anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, menjadi prioritas utama. Hal ini ditegaskan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar di lingkungan Pemkot setempat.
Edison menekankan bahwa anak adalah amanah sekaligus investasi terbesar bangsa. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk hidup bahagia, memperoleh pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan yang baik, serta tumbuh di lingkungan yang aman dan inklusif.
"Peringatan HAN tidak boleh dimaknai sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat pemenuhan hak-hak anak," ujar Edison di Palembang, Rabu.
Ia menambahkan, membangun masa depan bangsa harus dilakukan melalui penguatan peran keluarga serta perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, dan perundungan. Menurutnya, sekitar seperempat penduduk Palembang adalah anak-anak, sehingga keberhasilan menyiapkan generasi muda sejak dini akan sangat menentukan kualitas pembangunan daerah ke depan.
Pemkot Palembang terus memperkuat program di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta ketahanan keluarga. Langkah ini merupakan bentuk komitmen terhadap tumbuh kembang anak di kota tersebut.
Edison juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua dan pendidikan karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal itu dinilai krusial agar anak-anak tidak terpapar pengaruh negatif dari dunia maya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palembang, Dewi Isnaini, menyebut peringatan HAN menjadi momentum untuk memberikan perhatian dan motivasi kepada anak-anak, khususnya anak berkebutuhan khusus.
Menurut Dewi, peringatan ini juga memperkuat sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor diyakini menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak di Palembang.