SK On dan Factorial Energy Bersatu Produksi Baterai Solid-State Massal, Targetkan Jarak Tempuh Lebih Jauh

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 07:05:31 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman antara SK On dan Factorial Energy untuk memproduksi baterai solid-state secara massal dilakukan pada Rabu (19/2) pekan lalu.

SUMATERA SELATAN — Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan pada Rabu (19/2) pekan lalu, menandai langkah konkret kedua perusahaan untuk mengatasi tantangan terbesar baterai solid-state: biaya produksi tinggi dan kerapuhan elektrolit padat. Fokus awal aliansi ini adalah menguji apakah fasilitas pabrik SK On yang tersebar di berbagai negara mampu mendukung pengembangan dan produksi massal teknologi FEST (Factorial Electrolyte System Technology) milik Factorial.

Teknologi FEST: 375 Wh/kg dan Isi Daya 15-90% dalam 18 Menit

Baterai solid-state Factorial telah menunjukkan hasil uji coba yang impresif. Sel FEST 77Ah miliknya mencapai kepadatan energi 375 Wh/kg selama lebih dari 600 siklus pengisian dalam pengujian bersama Stellantis pada tahun lalu. Angka ini jauh melampaui rata-rata baterai lithium-ion saat ini yang berkisar 200-260 Wh/kg.

Yang lebih menarik, sel ini mampu diisi dari 15 persen hingga 90 persen hanya dalam 18 menit — setara dengan kecepatan pengisian pengisi daya ultra-cepat. Performa ini tetap terjaga bahkan pada suhu ekstrem antara -30°C hingga 45°C, dengan tingkat pengosongan daya mencapai 4C. Artinya, baterai bisa habis dalam 15 menit jika digunakan maksimal, cocok untuk aplikasi performa tinggi seperti mobil sport listrik.

Dari Dodge Charger Daytona hingga Mercedes-Benz EQS Jarak Jauh

Factorial sudah memiliki sederet mitra otomotif besar. Bulan lalu, mereka mengumumkan pengujian sel FEST pada platform STLA Large milik Stellantis yang digunakan untuk prototipe Dodge Charger Daytona. Sebelumnya, pada musim gugur 2024, Mercedes-Benz berhasil menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer dengan satu kali pengisian daya menggunakan baterai Factorial pada mobil modified EQS.

Kepala Teknologi Mercedes-Benz, Markus Schäfer, menyebut teknologi Factorial sebagai “pengubah permainan” potensial bagi kendaraan listrik. Factorial juga menjalin kerja sama dengan Hyundai, Kia, dan Mercedes-Benz untuk komersialisasi baterai ini. Sementara SK On selama ini memasok baterai ke Hyundai Motor Group, Ford, dan Volkswagen, dengan kapasitas produksi sekitar 100 GWh di Amerika Serikat saja.

Skala Produksi: Kunci agar Baterai Ini Tak Sekadar Prototipe

“Sebuah terobosan baterai hanya berarti jika bisa diproduksi secara massal,” ujar Siyu Huang, CEO Factorial Energy, dalam pernyataan resmi setelah pengumuman aliansi. Ia menambahkan bahwa jejak manufaktur SK On yang mencakup beberapa pabrik tercanggih di dunia akan menjadi kunci dalam mengintegrasikan teknologi solid-state ke dalam ekosistem produksi global.

Aliansi ini bukan satu-satunya langkah Factorial. Pada Desember lalu, mereka juga mengumumkan kerja sama dengan POSCO FUTURE M asal Korea Selatan untuk mengembangkan material khusus untuk baterai solid-state penuh. Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan menuju baterai solid-state massal semakin memanas, dengan Factorial dan SK On memilih bergabung daripada bertarung sendiri.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top