PALEMBANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mengumumkan pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,20 persen secara year on year (yoy) pada triwulan II 2026. Angka ini dihitung dari produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan yang tercatat sebesar Rp105,44 triliun.
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto menjelaskan, secara kuartal ke kuartal (qtq), ekonomi Sumsel tumbuh 4,51 persen. Dari 17 sektor lapangan usaha, seluruhnya mencatat pertumbuhan positif pada periode ini.
Berbeda dari anggapan umum yang mengandalkan pertambangan, sektor jasa pendidikan justru menjadi primadona dengan pertumbuhan 9,81 persen. Disusul sektor perdagangan yang tumbuh 8,71 persen dan penyediaan akomodasi serta makan minum sebesar 8,07 persen.
Meski begitu, sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi terbesar mencapai 23,86 persen terhadap total PDRB. Namun, pertumbuhan sektor ini hanya 1,37 persen, jauh lebih lambat dibanding sektor-sektor lainnya.
Industri pengolahan menyumbang 18,56 persen dengan pertumbuhan 5,66 persen. Sementara perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan motor, menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan andil 1,04 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mendominasi dengan kontribusi 60,14 persen dan tumbuh signifikan. Sektor ini menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan andil mencapai 2,83 persen.
"Besaran pertumbuhan ekonomi Sumsel secara yoy tumbuh sebesar 5,20 persen. Sementara, secara qtq ekonomi Sumsel tumbuh 4,51 persen," kata Wahyu di Palembang, Rabu.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga memberikan kontribusi 30,59 persen dengan pertumbuhan 5,97 persen. Namun, ekspor luar negeri mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4,45 persen meski kontribusinya mencapai 14,20 persen.
Dengan capaian ini, Sumsel menyumbang 13,64 persen terhadap total PDRB Pulau Sumatera. Posisi ini menempatkan Sumsel sebagai wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatera, di bawah Kepulauan Riau dan Lampung.
Kontribusi tiga sektor utama—pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan—mencapai 56 persen dari total pertumbuhan ekonomi Sumsel. Ketiganya masih menunjukkan andil positif meski ada perlambatan di sektor pertambangan.