PALEMBANG — BMKG Stasiun Kelas II Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah tingginya suhu udara yang melanda Sumatra Selatan. Prakiraan cuaca terbaru menunjukkan wilayah Sumsel akan didominasi kondisi cerah berawan dengan suhu mencapai 34 derajat celsius.
Kondisi panas dengan penyinaran matahari yang optimal ini meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah titik, sehingga masyarakat diminta mewaspadai potensi munculnya titik api. Meski begitu, BMKG mencatat hujan ringan masih berpeluang turun di sebagian wilayah Sumsel, terutama pada rentang waktu siang hingga malam hari.
Cuaca cerah berawan yang mendominasi tidak sepenuhnya menutup kemungkinan turunnya hujan. BMKG memprakirakan beberapa wilayah di Sumsel masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan, yang bisa menjadi faktor alami penekan risiko karhutla.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca yang berubah-ubah, terutama menjelang sore hari ketika awan hujan biasanya mulai terbentuk. Namun, kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran lahan tetap harus diutamakan mengingat suhu udara yang cukup tinggi.
Suhu maksimum 34 derajat celsius yang diprakirakan terjadi di Sumsel menjadi sinyal penting bagi berbagai pihak, khususnya masyarakat yang tinggal di dekat area lahan kering atau semak belukar. Aktivitas yang memicu percikan api, seperti membakar sampah atau membuka lahan, sebaiknya dihindari.
Peringatan dari BMKG ini menjadi pengingat awal musim kemarau yang kerap melanda wilayah Sumatera Selatan. Data prakiraan cuaca yang dirilis BMKG ini menjadi acuan bagi warga dan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak lebih luas dari cuaca panas, termasuk gangguan kesehatan dan penurunan kualitas udara akibat kabut asap.