Polisi Petakan 3 Desa Rawan Karhutla di Muara Enim, Gandeng Perusahaan dan Warga untuk Mitigasi

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:53:31 WIB
Personel kepolisian berkoordinasi dengan perangkat desa dan warga dalam apel siaga kesiapsiagaan menghadapi karhutla di Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatera Selatan.

MUARA ENIM — Tiga desa di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, masuk kategori rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan pemetaan wilayah oleh kepolisian setempat. Desa Keban Agung, Desa Lingga, dan Desa Darmo menjadi perhatian utama karena lokasinya berada di area yang didominasi perkebunan dan aktivitas pertambangan.

Kapolsek Lawang Kidul Iptu Candra Kirana mengatakan, langkah mitigasi dilakukan dengan menggandeng seluruh elemen, mulai dari tiga pilar, unsur masyarakat, hingga perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut. Sosialisasi bahaya karhutla digencarkan secara masif kepada warga.

"Iya ada tiga desa yang terdeteksi rawat terjadi Karhutla di Kecamatan Lawang Kidul. Kami menggandeng seluruh elemen, mulai dari tiga pilar hingga unsur masyarakat dan rekan-rekan perusahaan, untuk bergerak secara masif mensosialisasikan bahaya karhutla," kata Candra, Jumat (7/8/2026).

Apel Siaga dan Groundcheck Titik Panas

Selain sosialisasi, polisi menggelar apel siaga lintas sektoral untuk memantapkan kesiapan personel dan peralatan pemadam. Pemantauan titik panas (hotspot) juga diperketat melalui pengecekan langsung atau groundcheck secara terpadu oleh personel Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintah desa bersama dinas terkait.

"Melalui kolaborasi erat antara aparat keamanan, pemerintah lokal, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan wilayah Lawang Kidul dapat terbebas dari ancaman bencana karhutla sekaligus tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Program Tong Besi untuk Jaga Kamtibmas

Di luar penanganan karhutla, Polres Muara Enim juga mengintensifkan upaya preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satunya lewat program Tongkrongan Bada Plisi (Tong Besi), yang menjadi sarana personel Bhabinkamtibmas membangun komunikasi dan kemitraan dengan warga.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Saputra mengapresiasi program yang dinilainya mampu menciptakan kedekatan Polri dengan masyarakat. Melalui Tong Besi, personel melakukan patroli dialogis pada malam hari untuk mencegah aksi tawuran anak dan remaja, serta kegiatan sosial serbu berbagi.

"Saya mengapresiasi (Program Tong Besi) yang berupaya menjadi polisi yang humanis dan menciptakan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui patroli suling, patroli dialogis malam hari mencegah aksi tawuran anak/remaja, dan kegiatan sosial serbu berbagi," kata Hendri.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top