SUMATERA SELATAN — Kebakaran yang menghanguskan sebagian Gedung Bapenda DKI Jakarta memaksa Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta merelokasi pusat kendali operasional lalu lintasnya. Command Center yang selama ini beroperasi dari lokasi terdampak kini dipindahkan sementara ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di Jalan MT Haryono. Langkah darurat ini diambil agar fungsi pengawasan kamera pemantau (CCTV) dan pengaturan waktu lampu lalu lintas tidak terhenti.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, membenarkan bahwa proses pemindahan perangkat dan personel pengawas telah dilakukan. "Kami memastikan layanan pengendalian lalu lintas tetap beroperasi penuh dari lokasi cadangan di MT Haryono," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (22/8). Seluruh sistem pemantauan yang terhubung dengan jaringan kamera di berbagai titik jalan ibu kota diklaim telah terintegrasi kembali dengan pusat kendali yang baru.
Pemindahan ini bukan tanpa tantangan. Petugas harus melakukan migrasi data dan kalibrasi ulang perangkat komunikasi agar tidak ada jeda waktu (downtime) yang mengganggu respons terhadap insiden di lapangan. Dishub menjamin bahwa rekayasa lalu lintas, seperti pengaturan siklus lampu merah dan penanganan kemacetan titik rawan, tetap berjalan seperti biasa selama proses transisi berlangsung.
Insiden kebakaran di Gedung Bapenda tidak hanya berdampak pada proses pelayanan pajak daerah, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur vital milik Dishub yang menempati lantai yang sama. Selain Command Center, beberapa perangkat komunikasi radio dan server data lalu lintas ikut terdampak. Namun, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta memastikan api telah berhasil dipadamkan dan proses pendinginan lokasi masih berlangsung untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Sementara itu, Bapenda DKI Jakarta memastikan pelayanan administrasi pajak kendaraan bermotor dan pajak bumi bangunan dialihkan sementara ke sistem daring. Wajib pajak diimbau memanfaatkan kanal digital atau mendatangi kantor Samsat terdekat yang tidak terdampak kebakaran. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan menghitung total kerugian aset daerah atas insiden ini.
Kepala Pusdatin Dishub DKI Jakarta menambahkan bahwa kapasitas server di MT Haryono telah disiapkan untuk menampung beban kerja tambahan. Pihaknya juga telah menyiagakan tim teknis selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi gangguan koneksi jaringan. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur tetap (protap) penanganan bencana yang selama ini disiapkan oleh Dinas Perhubungan untuk memastikan pelayanan publik tidak lumpuh di tengah kondisi darurat.
Dengan berpindahnya pusat kendali ini, seluruh layanan informasi lalu lintas melalui akun media sosial resmi Dishub dan aplikasi pemantauan warga dipastikan tetap berjalan. Masyarakat diharapkan tetap mematuhi arahan petugas di lapangan dan memanfaatkan jalur alternatif yang disarankan untuk meminimalisir dampak kemacetan selama proses pemulihan pasca kebakaran berlangsung.