Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud Patroli Udara Pantau Titik Rawan Karhutla di Sumsel, Ini Rutenya

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:38:31 WIB
Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud memimpin patroli udara memantau titik rawan karhutla di Sumatera Selatan menggunakan Helikopter AS365-N2 PK-RTY dari Lanud SMB II Palembang.

PALEMBANG — Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan pencegahan adalah kunci utama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Hal itu disampaikannya usai memimpin patroli udara di sejumlah wilayah rawan karhutla, Minggu (9/8/2026).

Patroli udara tersebut menggunakan Helikopter AS365-N2 PK-RTY milik Satgas Udara BNPB. Titik keberangkatan rombongan dari Apron Alpha Lanud Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Rute Patroli Udara dan Titik yang Dipantau

Rute penerbangan yang ditempuh membentang dari Palembang menuju Talang Kelapa, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Muara Kuang, Jejawi, Indralaya, Gelumbang, hingga Rantau Bayur. Dari udara, tim memantau langsung kondisi lahan dan mengidentifikasi titik-titik rawan yang berpotensi memicu kebakaran.

Hasil pemantauan menunjukkan Satgas Darat Karhutla masih bergerak aktif di lapangan. Personel gabungan dari TNI, Babinsa, Manggala Agni, BPBD, dan Polri terpantau melakukan upaya pencegahan serta penanggulangan di sejumlah wilayah.

Paparan Sebelum Penerbangan: Titik Panas dan Cuaca

Sebelum lepas landas, Brigjen Khabib Mahfud menerima paparan situasi dari Mayor Lek Edy Susanto. Paparan tersebut mencakup perkembangan titik panas, prakiraan cuaca, serta langkah penanganan yang sudah dijalankan Satgas Karhutla di lapangan.

Selain pemadaman, tim juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk menekan praktik pembakaran lahan yang kerap menjadi penyebab utama karhutla.

Ajakan Danrem: Jangan Buka Lahan dengan Api

Dalam keterangannya, Brigjen TNI Khabib Mahfud mengapresiasi kerja personel di lapangan yang dinilainya bekerja tanpa mengenal waktu. Ia juga menekankan bahwa pengendalian karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada aparat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian alam,” tegasnya.

Sinergi antara Satgas Karhutla, pemerintah daerah, dan partisipasi warga diharapkan mampu meminimalisir potensi kebakaran. Kondisi wilayah Sumatera Selatan pun diharapkan tetap aman dan kondusif memasuki musim kemarau.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: divianews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top