PALEMBANG — Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan pencegahan adalah kunci utama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Hal itu disampaikannya usai memimpin patroli udara di sejumlah wilayah rawan karhutla, Minggu (9/8/2026).
Patroli udara tersebut menggunakan Helikopter AS365-N2 PK-RTY milik Satgas Udara BNPB. Titik keberangkatan rombongan dari Apron Alpha Lanud Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Rute penerbangan yang ditempuh membentang dari Palembang menuju Talang Kelapa, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Muara Kuang, Jejawi, Indralaya, Gelumbang, hingga Rantau Bayur. Dari udara, tim memantau langsung kondisi lahan dan mengidentifikasi titik-titik rawan yang berpotensi memicu kebakaran.
Hasil pemantauan menunjukkan Satgas Darat Karhutla masih bergerak aktif di lapangan. Personel gabungan dari TNI, Babinsa, Manggala Agni, BPBD, dan Polri terpantau melakukan upaya pencegahan serta penanggulangan di sejumlah wilayah.
Sebelum lepas landas, Brigjen Khabib Mahfud menerima paparan situasi dari Mayor Lek Edy Susanto. Paparan tersebut mencakup perkembangan titik panas, prakiraan cuaca, serta langkah penanganan yang sudah dijalankan Satgas Karhutla di lapangan.
Selain pemadaman, tim juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk menekan praktik pembakaran lahan yang kerap menjadi penyebab utama karhutla.
Dalam keterangannya, Brigjen TNI Khabib Mahfud mengapresiasi kerja personel di lapangan yang dinilainya bekerja tanpa mengenal waktu. Ia juga menekankan bahwa pengendalian karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada aparat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian alam,” tegasnya.
Sinergi antara Satgas Karhutla, pemerintah daerah, dan partisipasi warga diharapkan mampu meminimalisir potensi kebakaran. Kondisi wilayah Sumatera Selatan pun diharapkan tetap aman dan kondusif memasuki musim kemarau.