35 Makanan Khas Palembang yang Wajib Dicoba, dari Cita Rasa Gurih hingga Manis

Penulis: Redaksi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 11:06:01 WIB
Makanan khas Palembang. (Foto: NET)

SUMATERA SELATAN - Ketika membicarakan Palembang, kebanyakan orang pasti langsung teringat pada pempek. Padahal, kota yang mendapat julukan "Venice of the East" ini menyimpan kekayaan kuliner yang jauh lebih beragam, hasil dari akulturasi budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakatnya.

Selain terkenal dengan Jembatan Ampera dan sejumlah destinasi wisatanya, urusan kuliner di kota ini juga sangat menarik untuk dieksplorasi.

Mulai dari hidangan berkuah yang gurih hingga camilan manis warisan turun-temurun, berikut adalah 35 makanan khas Palembang yang layak masuk daftar perjalanan kuliner Anda, disertai rekomendasi tempat terbaik untuk menikmatinya.

35 Kuliner Khas Palembang yang Patut Dicicipi

1. Pempek

Makanan paling ikonik ini dibuat dari campuran daging ikan dan sagu, dengan isian beragam seperti udang, tahu, telur, atau bahan lainnya, kemudian disiram dengan saus cuko yang terbuat dari gula merah, cabai, bawang putih, dan udang ebi yang dihaluskan.

Pempek Pak Raden yang terletak di Jalan Radial No. 802, 24 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan telah memiliki reputasi besar hingga cabangnya tersebar di berbagai kota. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, dengan harga mulai dari Rp3.000 per buah.

2. Tekwan

Penampilannya hampir mirip dengan bakso, namun citarasanya benar-benar berbeda — bola-bola ikan yang dipadukan dengan mi putih dan kuah bening dari rebusan kepala udang serta irisan daun bawang, cocok sebagai santapan ringan saat berkeliling kota.

Anda bisa menemukannya di Jl. Tugumulyo No.2398, 20 Ilir D II, Ilir Timur, yang buka setiap hari pukul 08.00–18.00 WIB, dengan harga sekitar Rp18.000 per porsi.

3. Laksan

Mirip dengan lontong sayur, makanan berbahan dasar sagu dan ikan berbentuk oval dengan rasa yang mengingatkan pada pempek, disajikan dengan kuah santan yang gurih — menjadi favorit untuk menu sarapan pagi.

Laksan Kaito di Jalan Kapten Anwar Arsyad No.999, Palembang, Sumatera Selatan menawarkan harga yang bersahabat mulai dari Rp8.000 per porsi, dan buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB.

4. Celimpungan

Biasanya muncul saat perayaan hari-hari besar, celimpungan terbuat dari ikan dan sagu seperti laksan, tetapi bentuknya bulat berwarna putih dan lebih besar dari tekwan, dengan ciri khas kuah kari yang kental.

Warung Aba di Jalan Dr. M. Isa No.26/15, Kuto Batu, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan menjadi tempat rujukan utama, buka setiap hari pukul 05.00–18.00 WIB, dengan harga mulai dari Rp10.000 per porsi.

5. Burgo

Lembaran tipis dari tepung beras dan sagu, digulung dan dipotong kasar seperti kwetiau, disiram kuah santan yang diberi bumbu kencur, kunyit, ketumbar, lengkuas, kemiri, dan bawang putih, serta dilengkapi dengan suwiran ikan, bawang goreng, telur rebus, sambal, dan jeruk nipis.

Warung Aba, di Jalan Dr. M. Isa No.26/15, Kuto Batu, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 05.00–18.00 WIB, dengan harga mulai Rp10.000 per porsi.

6. Lakso

Hampir sama dengan burgo, namun kuahnya lebih kental dan pekat, berbentuk seperti mi tebal yang ditaburi bawang goreng untuk menambah aroma.

Dapat dicoba di Warung Aba, Jalan Dr. M. Isa No.26/15, Kuto Batu, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 05.00–18.00 WIB, harga mulai Rp10.000 per porsi.

7. Martabak Palembang

Yang membedakannya dari martabak biasa adalah kuah kental berbumbu rempah dan potongan kentang sebagai pelengkap. Martabak Haji Abdul Rozak di Jalan Jenderal Sudirman No.597A, 18 Ilir, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 07.00–21.00 WIB, dengan harga mulai Rp21.000 tergantung isian.

8. Mie Celor

Mi tebal yang disajikan dengan kuah santan kental dan kaldu kepala udang besar, ditambah tauge serta irisan telur rebus — perpaduan gurih dan aroma udang yang sangat khas.

Mie Celor 26 Ilir Haji Syafe'i, di Jalan Merdeka No.54, Talang Semut, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 06.00–17.00 WIB, dengan harga mulai sekitar Rp15.000 per mangkuk.

9. Pindang Ikan

Terbuat dari ikan patin dengan kuah bercita rasa asam-pedas-manis-gurih yang seimbang, teksturnya empuk dengan kuah segar. RM Pindang Meranjat di Jalan Demang Lebar Daun, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 09.30–16.30 WIB, harga mulai Rp30.000 per porsi tergantung ukuran ikan.

10. Pindang Tulang

Konsepnya mirip dengan pindang ikan, tetapi menggunakan iga sapi, rasanya kuat dengan sensasi pedas yang dominan. RM Pindang Sri Melayu di Jalan Demang Lebar Daun No.1, Demang Lebar Daun, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 08.00–22.00 WIB, harga mulai Rp15.000 per porsi.

11. Sate Sapi Cucuk Manis

Sate dengan cita rasa manis yang berasal dari tambahan kecap sebagai bumbu penyedap. Warung Wak Din yang telah berdiri sejak 1970-an di Jalan Mayjen HM Ryacudu, 7 Ulu, Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB, dengan harga mulai Rp5.000 per tusuk.

12. Bakmi Babi

Mi kenyal yang gurih, meskipun bukan kuliner asli daerah ini, tetapi cukup populer di kalangan warga. Warung Bakmi Aloi di Jalan Kebon Manggis, Kepandean Baru, Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan menyajikan topping babi panggang, daging cincang, ayam, jamur, serta ngohiang babi. Buka setiap Kamis–Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB, harga mulai Rp12.000 per porsi.

13. Es Kacang Merah

Minuman segar dengan rasa manis yang lembut, sangat cocok untuk melepas dahaga di siang hari. Warung es kacang merah Mamat, di Jalan Kebon Manggis, Kepandean Baru, Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap Kamis–Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB, dengan harga mulai Rp12.000 per porsi.

14. Kemplang Palembang

Kerupuk renyah yang menjadi favorit sebagai teman santai di sore hari, mudah dijumpai di toko-toko oleh-oleh. Pasar Tradisional Cinde, di Jalan Jend. Sudirman, 24 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB, harga mulai Rp15.000 per kilogram.

15. Godo-Godo

Mirip dengan gado-godo, tetapi bahan utamanya adalah udang, bukan ikan, dengan kuah cuka yang khas seperti pempek. Dapat ditemukan di pedagang gorengan keliling, salah satunya di Pasar Cinde, Jalan Jend. Sudirman, 24 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB, dengan harga sekitar Rp1.000 per satuan.

16. Gulo Puan

Semakin langka ditemukan, dulunya merupakan hidangan eksklusif untuk kalangan bangsawan dan jemaah haji yang baru pulang. Dibuat dari susu kerbau dan gula yang dimasak sampai mengental. Dijual di area Masjid Agung setiap hari Jumat atau di Gulo Puan Mang Robin, Jalan Seduduk Putih, 8 Ilir, Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan — buka setiap Jumat pukul 10.00–14.00 WIB, dengan harga mulai Rp100.000 per kilogram.

17. Roti Koing

Roti dengan tekstur padat dan rasa tawar yang biasanya muncul saat bulan Ramadan, dinikmati dengan direndam terlebih dahulu dalam teh atau kopi. Tersedia di Pasar 26 Ilir, Jalan Talang Semut, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan, dengan harga mulai Rp3.000 per bungkus.

18. Sambal Tempoyak

Dibuat dari durian fermentasi dengan rasa asam pedas dan aroma durian yang kuat, biasanya menjadi pendamping pindang, ikan, atau ayam. Rumah Makan Musi Rawas, di Jalan Angkatan 45 No.18, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB, harga mulai sekitar Rp5.000 tergantung musim durian.

19. Model

Berbeda dari tekwan karena tidak melalui proses rebus atau kukus — adonan tahu dan ikan tenggiri digoreng renyah terlebih dahulu, lalu disiram dengan kuah kaldu udang, memberikan sensasi renyah di luar dan lembut di dalam.

20. Malbi

Sajian daging yang kaya akan bumbu rempah, sekilas terlihat seperti semur, tetapi rasanya sangat berbeda — perpaduan lada, pala, dan sedikit asam membuatnya kaya rasa dengan daging yang empuk dan bumbu meresap sempurna.

21. Kue 8 Jam

Camilan yang cocok untuk menemani teh, dengan tekstur lembut kenyal dan rasa manis. Namanya diambil dari waktu pembuatannya yang sekitar delapan jam. Biasanya hadir di pesta pernikahan, khitanan, hingga hari raya.

22. Otak-otak Kuah Cuko

Versi Palembang ini disiram dengan kuah cuko yang pedas asam manis, berbeda dari otak-otak daerah lain. Terbuat dari ikan tenggiri, sagu, santan, dan daun bawang, dibungkus daun pisang lalu dipanggang hingga mengeluarkan aroma yang kuat.

23. Lempok

Secara tampilan mirip dengan dodol Garut, berwarna cokelat dengan tekstur kenyal dan manis, terbuat dari daging durian asli yang matang, dimasak bersama gula dan sedikit garam selama sekitar empat jam sambil terus diaduk — harganya lebih mahal karena menggunakan bahan durian murni.

24. Lenggang

Masih kerabat dari pempek, tetapi dibungkus daun pisang berbentuk kotak lalu dipanggang di atas bara — hasilnya lebih gurih dan harum dengan tekstur lebih padat. Biasanya disantap bersama kuah cuko yang berbumbu udang ebi.

25. Martabak HAR

Isiannya berupa telur ayam atau bebek dengan kuah kari berisi kentang. Nama HAR diambil dari nama penciptanya, Haji Abdul Rozak, seorang keturunan India yang memperkenalkan hidangan ini. Anda bisa mencobanya di Toko Kopi HAR atau Martabak & Resto HAR di Jalan Jenderal Sudirman.

26. Kue Lapis Kojo

Terdiri dari lapisan hijau dan cokelat yang tersusun rapi, dibuat dari telur bebek, tepung terigu, santan, susu kental manis, daun pandan, daun suji, dan gula pasir — warna hijau alami berasal dari daun suji, rasanya lebih legit dibandingkan kue lapis biasa. Bisa dibeli di Bangau Pastry.

27. Kue Engkak Ketan

Bertekstur lembut dengan aroma khas telur bebek, terbuat dari tepung ketan, susu kental manis, gula, mentega, dan santan glondo — berbentuk seperti kue lapis kuning dengan garis-garis cokelat gelap. Tersedia di Bangau Pastry, Jalan Mayor Ruslan.

28. Kue Maksuba

Corak garisnya lebih acak dibandingkan kue lapis biasa, rasanya manis dan legit dari telur bebek sebagai bahan utama. Mudah ditemukan di toko-toko kue menjelang hari raya.

29. Kue Bolu Suri

Sering disebut sebagai "bika ambon versi Palembang" meskipun komposisi dan teksturnya berbeda — berbentuk bundar dengan lubang di tengah mengikuti cetakan bolu tradisional. Bisa dibeli di pusat oleh-oleh Ellen, di Jalan Jenderal Sudirman No. A 15, dengan harga sekitar seratus ribu rupiah per loyang.

30. Kue Gandus

Berbentuk seperti mangkuk kecil, putih lembut, terbuat dari santan dengan aroma pandan, ditaburi ebi, bawang goreng, seledri, dan irisan cabai merah — rasanya gurih dengan tekstur yang menarik.

31. Kue Lumpang

Bertekstur kenyal dan manis dengan berbagai varian warna hijau, cokelat, merah, dan putih — berbentuk seperti lumpang kecil berisi parutan kelapa. Warna alami berasal dari pandan, gula jawa, dan gula pasir tanpa pewarna tambahan.

32. Kue Srikaya

Bahan-bahannya sederhana: telur, santan, dan gula — hasilnya lembut dengan rasa manis yang pas, sering disajikan bersama ketan atau roti tawar sebagai paket srikaya ketan.

33. Dadar Jiwo

Olahan telur yang mirip dadar dengan isian tumisan pepaya muda, ditaburi bawang goreng, daun sop, dan abon — rasanya gurih manis, populer sebagai menu buka puasa di bulan Ramadan.

34. Sambal Lingkung

Penampilannya mirip abon, terbuat dari ikan tenggiri atau gabus yang dihaluskan bersama cabai lalu dimasak hingga kering — rasanya gurih pedas, sangat cocok untuk bubur, nasi, atau roti.

35. Telok Ukan

Hidangan langka dengan proses pembuatan yang rumit — telur bebek atau ayam dilubangi, isinya dicampur dengan rempah-rempah, lalu dimasukkan kembali ke dalam cangkangnya. Masih dapat ditemukan di Pasar 10 Ulu, dengan harga mulai Rp2.500 per butir.

Dari hidangan berkuah gurih hingga kue manis legendaris, deretan kuliner khas Palembang ini membuktikan bahwa kota "Venice of the East" memiliki kekayaan rasa yang jauh lebih luas daripada sekadar pempek.

Reporter: Redaksi
Back to top