Bupati Lahat Bursah Zarnubi Tinjau Langsung Titik Rawan Banjir, Normalisasi Aliran Sungai Jadi Prioritas

Penulis: Nasrul Effendi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 15:27:31 WIB
Bupati Lahat Bursah Zarnubi meninjau titik rawan banjir di Sungai Lahangan, Kelurahan Bandar Jaya, bersama jajaran pejabat daerah.

LAHAT — Langkah konkret mengatasi banjir mulai digarap serius oleh Pemerintah Kabupaten Lahat. Bupati Bursah Zarnubi, didampingi Kepala Bappeda, Plt. Kepala Dinas PRKPP, Kepala Dinas PUPR, Kepala BPBD, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, hingga Camat Lahat dan para lurah, turun langsung menyisir titik-titik rawan genangan di Kecamatan Lahat.

Lokasi yang menjadi fokus peninjauan meliputi kawasan Sungai Lahangan di Kelurahan Bandar Jaya (Sungai Apul), lintas aliran Sungai Talang Jawa hingga Bandar Jaya, serta Sungai Tua di Kelurahan RD PJKA dan Kelurahan Gunung Gajah. Kelima kelurahan ini selama ini menjadi langganan genangan saat curah hujan tinggi mengguyur pusat kota.

Mengapa Saluran Air di Kelurahan Ini Menjadi Titik Krusial?

Kondisi riil di lapangan menunjukkan adanya hambatan aliran air yang memperparah potensi genangan. Para pejabat daerah menyisir langsung setiap ruas sungai untuk mengidentifikasi titik penyempitan dan pendangkalan yang menghambat laju air menuju hilir.

Peninjauan yang dilakukan di tengah rintikan hujan ini bukan sekadar seremonial. Bupati Bursah Zarnubi menegaskan bahwa data lapangan yang dikumpulkan akan langsung dieksekusi menjadi kebijakan teknis oleh dinas terkait.

Normalisasi Aliran Air dan Penataan Bantaran Jadi Prioritas

“Normalisasi aliran air dan penataan kawasan bantaran kini menjadi perhatian serius Pemkab Lahat. Semua ini kami lakukan demi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dari ancaman banjir,” terang Bursah Zarnubi di sela-sela peninjauan.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Lahat tidak hanya akan melakukan pembersihan sampah atau pengerukan sedimen secara parsial. Penataan kawasan bantaran sungai menjadi indikasi adanya perencanaan jangka panjang agar solusi yang diambil tidak hanya menyelesaikan masalah musiman, tetapi juga mencegah meluasnya permukiman di jalur aliran air.

Apa Dampaknya bagi Warga Bandar Jaya hingga Gunung Gajah?

Bagi warga yang tinggal di bantaran Sungai Lahangan, Talang Jawa, dan Sungai Tua, gerak cepat pemerintah daerah ini menjadi secercah harapan baru. Selama ini, kekhawatiran selalu muncul setiap kali langit mendung dan hujan deras mengguyur.

Kehadiran bupati beserta jajaran kepala dinas secara langsung di lokasi memberikan kepastian bahwa keluhan masyarakat didengar dan direspons dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji. Koordinasi lintas dinas yang melibatkan Bappeda, PUPR, dan BPBD dalam satu waktu juga memastikan penanganan banjir tidak berjalan sendiri-sendiri.

Langkah selanjutnya yang dinantikan warga adalah eksekusi normalisasi di lapangan. Pemkab Lahat diharapkan segera merilis jadwal pengerjaan dan anggaran yang dialokasikan agar penanganan banjir di ibu kota kabupaten ini tuntas sebelum musim hujan berikutnya tiba.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: suarasumsel.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top