Pemkot Palembang Kerahkan Patroli Darat Cegah Karhutla di 4 Kecamatan Perbatasan, Ini Titik Rawan yang Dipantau

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:23:01 WIB
Patroli darat oleh BPBD Palembang menyasar empat kecamatan perbatasan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

PALEMBANG — Empat kecamatan di Kota Palembang kini menjadi sorotan utama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat puncak musim kemarau 2026. Wilayah yang masuk radar pengawasan ketat tersebut adalah Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kertapati, Sematang Borang, dan Plaju.

Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Aprizal Hasyim mengatakan, keempat kecamatan tersebut merupakan daerah perbatasan dengan kabupaten yang selama ini langganan karhutla. Karena itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palembang diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan patroli rutin di titik-titik rawan.

Patroli Darat dan Udara Jadi Andalan

Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan dari darat. Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengungkapkan, pihaknya juga menurunkan beberapa unit helikopter pengebom air atau water bombing. Langkah ini diambil untuk menjangkau wilayah yang sulit dilalui tim darat.

"Dengan diintensifkan patroli udara dan darat, diharapkan dapat meminimalkan karhutla dan kabut asap yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan serta berbagai aktivitas masyarakat," kata Iqbal.

Kenapa Empat Kecamatan Ini Jadi Prioritas?

Posisi geografis menjadi alasan utama. Kecamatan Alang-Alang Lebar dan Sematang Borang berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin, sementara Kertapati dan Plaju berdekatan dengan Kabupaten Ogan Ilir dan Muara Enim. Wilayah perbatasan ini dinilai paling rentan terhadap perambahan lahan yang berujung pada kebakaran.

Melalui patroli yang dioptimalkan, diharapkan penanggulangan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat jika terjadi karhutla di kawasan rawan itu. Targetnya, tidak ada kebakaran besar yang merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan warga.

Imbauan untuk Warga: Jangan Bakar Lahan

Pemkot Palembang tidak hanya mengandalkan petugas. Aprizal mengimbau seluruh warga untuk berpartisipasi aktif menghindari aktivitas yang dapat memicu karhutla.

"Selain mengoptimalkan petugas BPBD melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan karhutla, kami mengimbau kepada semua warga untuk berpartisipasi menghindari aktivitas yang dapat memicu karhutla," ujarnya.

Imbauan ini penting mengingat data BPBD Sumsel mencatat 575 kejadian karhutla di provinsi ini sepanjang Januari hingga Juli 2026. Luas lahan yang terbakar mencapai 664,87 hektare, angka yang menunjukkan bahwa ancaman kabut asap masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top