MUARA ENIM — Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan warga setempat berhasil menjinakkan si jago merah di Desa Muara Harapan Trans Unit 6. Api yang melahap kawasan perkebunan sawit milik warga itu dilaporkan padam total pada Senin (10/8) malam, setelah sebelumnya sempat mengkhawatirkan warga karena berpotensi meluas.
Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengungkapkan bahwa luas lahan yang terbakar mencapai satu hektare. Titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 15.08 WIB, dan tim langsung dikerahkan setelah menerima laporan dari masyarakat.
Lokasi kebakaran yang berada sekitar 12 kilometer dari Pos Induk BPBD Muara Enim menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Meski demikian, dua unit mobil pemadam kebakaran, dua unit mesin nozel, dan lima rol selang machino dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.
"Sejak tadi malam api sudah padam total. Saat ini petugas masih melakukan pendinginan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," tegas Abdurrozieq saat dihubungi dari Palembang, Selasa.
Berdasarkan keterangan sementara di lapangan, kebakaran diduga kuat berasal dari puntung rokok yang dibuang warga di area lahan kering. Kondisi lahan yang mudah terbakar pada musim kemarau membuat percikan api kecil dengan cepat membesar dan merambat ke area kebun sawit.
Peristiwa ini menjadi catatan penting, mengingat sebelumnya BPBD Muara Enim juga telah menangani karhutla di Desa Kerta Mulya dan Kelurahan Pasar 1 dalam beberapa pekan terakhir.
Menyusul rentetan kejadian karhutla tersebut, Abdurrozieq mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik tersebut dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
"Masyarakat juga kami minta untuk tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat, terutama di lahan kering yang mudah terbakar," tegasnya.
Ia menambahkan, partisipasi aktif warga dalam melaporkan titik api sejak dini sangat membantu petugas meminimalisir dampak kerugian. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula tim bergerak sebelum api menyebar ke area yang lebih luas.