Kapolres Muara Enim Ajak Warga Sungai Rotan Perangi Karhutla Sebelum Api Membesar

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:10:01 WIB
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra menyampaikan imbauan pencegahan karhutla kepada warga di Kecamatan Sungai Rotan.

MUARA ENIM — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Sungai Rotan tidak bisa dihadapi sendiri oleh aparat. Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari kesiapsiagaan bersama antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, perusahaan, hingga masyarakat desa.

Dalam kunjungan kerjanya yang berlangsung sejak pukul 12.45 WIB, Hendri menyoroti karakteristik lahan gambut di wilayah tersebut yang berpotensi besar mengalami kebakaran ketika musim kemarau tiba. Menurutnya, pemetaan kawasan rawan menjadi langkah awal yang wajib dilakukan sebelum titik api muncul dan meluas.

Warga Diminta Padamkan Api Sejak Dini

Hendri menginstruksikan agar masyarakat tidak menunggu api membesar untuk bertindak. Ia meminta setiap warga yang menemukan titik api untuk segera melakukan pemadaman awal selama situasi masih aman dan memungkinkan.

"Kita harus tetap menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait dalam penanggulangan Karhutla. Antisipasi daerah-daerah yang rawan dan tetap berhati-hati dalam setiap penanganan Karhutla," ujar Hendri.

Namun, ia mengingatkan bahwa keterbatasan peralatan dan personel di lapangan harus disikapi dengan cepat. Jika api sudah membesar, warga diminta segera berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait agar bantuan bisa dikerahkan lebih cepat.

"Apabila masyarakat menemukan titik api, segera padamkan. Apabila api membesar, segera ajak pihak stakeholder terkait. Mari bersama-sama Forkopimcam menjaga wilayahnya jangan sampai ada titik api," tegasnya.

Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci di Lahan Gambut

Sungai Rotan menjadi perhatian khusus karena kebakaran di lahan gambut tidak seperti kebakaran biasa. Api di lapisan gambut bisa bertahan lama di bawah permukaan dan sulit dipadamkan jika sudah menyebar, sehingga penanganan dini menjadi faktor penentu.

Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi ajang penguatan sinergi antara Forkopimcam, kepala desa, dan pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah rawan. Hendri menekankan bahwa seluruh pihak harus saling terbuka dalam berbagi informasi soal potensi rawan kebakaran.

Dengan kondisi geografis yang rentan, kesiapsiagaan yang dimulai dari tingkat desa dinilai jauh lebih efektif dibandingkan menunggu respons dari tingkat kabupaten. Pesan utama yang disampaikan adalah jangan sampai api lebih dulu menang sebelum upaya pencegahan dilakukan bersama.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: sumeks.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top