Menikmati Malam di Palembang: 10 Rekomendasi Kuliner dari Nostalgia hingga Legenda

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:21:05 WIB
Menikmati Malam di Palembang: 10 Rekomendasi Kuliner dari Nostalgia hingga Legenda

"Pilihan kuliner malam di Palembang juga tidak sebatas pempek, sebab tersedia pindang, mi celor, martabak bercita rasa kari, bakmi, sate, hingga hidangan laut yang dapat dinikmati dalam suasana santai," menjadi pengantar untuk menjelajahi kekayaan rasa kota ini setelah matahari terbenam. Menjelajahi kuliner malam di Palembang menjadi cara menarik untuk mengenal karakter kota setelah matahari terbenam. Palembang memiliki tradisi kuliner yang kuat dan beragam, di mana pempek memang menjadi ikon yang paling mudah dikenali, tetapi kekayaan makanan khas Sumatra Selatan jauh lebih luas. Pindang, misalnya, hadir dengan karakter kuah gurih, asam, pedas, dan aromatik, sementara mi celor menawarkan perpaduan mi, tauge, telur, dan kuah santan yang menjadi salah satu ciri khas kuliner kota ini. Sejumlah tempat makan bahkan memiliki perjalanan panjang dan menjadi bagian dari ingatan kuliner masyarakat, seperti Martabak HAR yang telah berkembang sejak 1947 dan dikenal dengan martabak telur yang disajikan bersama kuah kari, serta Pempek Saga Sudi Mampir yang termasuk sebagai salah satu pempek lama di Palembang.

10 Kuliner Malam di Palembang yang Wajib Dicoba

Berikut sepuluh pilihan yang dapat menjadi referensi untuk menikmati makanan Palembang pada malam hari.

1. River Side Restaurant, Makan Malam dengan Panorama Sungai Musi

River Side Restaurant menawarkan pengalaman makan yang berbeda karena berada di tepian Sungai Musi, dengan daya tarik utama berupa panorama sungai dan Jembatan Ampera yang dapat dinikmati sembari menyantap hidangan. Menu khas Sumatra Selatan seperti pindang patin dan pempek tersedia di restoran ini, di mana pindang patin menjadi pilihan menarik karena memadukan ikan dengan kuah berbumbu yang kaya rasa. Karakter kuah pindang umumnya terasa gurih, pedas, dan segar sehingga cocok untuk makan malam. Area luar ruangan juga menjadi nilai tambah karena memungkinkan pengunjung menikmati suasana tepian sungai, dan sumber pariwisata resmi mencatat River Side sebagai salah satu destinasi kuliner di Palembang yang menawarkan hidangan khas Sumatra Selatan sekaligus panorama Sungai Musi. Tempat ini cocok untuk makan malam santai bersama keluarga atau rombongan yang ingin menggabungkan pengalaman kuliner dengan pemandangan ikonik Palembang.

2. Kampung Kapitan, Kuliner di Kawasan Bersejarah

Kampung Kapitan dikenal bukan hanya karena pilihan makanan, tetapi juga karena nilai sejarah kawasannya. Permukiman bersejarah di tepian Sungai Musi ini menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi ketika ingin melihat sisi lain Palembang. Pilihan hidangan laut dapat menjadi menu utama ketika malam tiba, dengan kepiting saus tiram dan udang bakar madu sebagai contoh sajian yang cocok untuk disantap bersama. Cita rasa gurih dan manis pada hidangan laut juga dapat menjadi alternatif bagi pencinta makanan yang tidak ingin selalu menyantap masakan khas berbumbu pedas. Daya tarik Kampung Kapitan terletak pada perpaduan antara kuliner dan suasana kawasan lama, sehingga makan malam di sekitar kawasan bersejarah memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan restoran modern.

3. Mi Celor 26 Ilir H Syafe'i, Legenda Kuliner Palembang

Mi celor merupakan salah satu hidangan yang sangat erat dengan identitas kuliner Palembang, dengan mi berukuran cukup besar disajikan bersama tauge, telur, udang, dan kuah yang memiliki karakter gurih serta creamy. Mi Celor 26 Ilir H Syafe'i menjadi salah satu nama yang populer di kalangan pencinta makanan lokal, berlokasi di kawasan 26 Ilir yang juga dikenal luas sebagai sentra pempek. Data ulasan kuliner terbaru menunjukkan tempat ini masih menjadi salah satu restoran yang banyak dicari di sekitar kawasan tersebut. Untuk makan malam, mi celor memberikan pilihan yang cukup mengenyangkan tanpa harus memilih hidangan dengan porsi besar, dan kuah yang kaya rasa membuat hidangan ini cocok disantap ketika menginginkan makanan hangat. Perlu diperhatikan bahwa jam operasional setiap tempat makan dapat berubah, sehingga pemeriksaan informasi terbaru sebelum berkunjung tetap menjadi langkah yang baik, khususnya untuk tempat kuliner yang memiliki jam buka lebih terbatas.

4. Bakmi Aloi, Pilihan bagi Pencinta Mi

Bakmi Aloi merupakan salah satu nama yang cukup dikenal dalam peta kuliner Palembang, dengan menu utama berupa mi dengan berbagai pilihan topping dan pendamping. Tekstur mi menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman makan, dan sajian dapat dilengkapi daging cincang, jamur, serta taburan pelengkap yang memberikan kombinasi tekstur dan rasa. Popularitas Bakmi Aloi juga terlihat dari percakapan komunitas kuliner, di mana dalam diskusi daring terbaru Bakmi Aloi masih disebut sebagai salah satu pilihan bakmi yang dikenal di Palembang, meskipun preferensi terhadap jenis bakmi tentu berbeda pada setiap orang. Tempat ini cocok untuk makan malam dengan menu yang lebih sederhana, karena seporsi bakmi hangat dapat menjadi pilihan praktis setelah seharian berkeliling kota.

5. Pempek Saga Sudi Mampir, Mencicipi Ikon Kuliner Palembang

Berbicara tentang Palembang tentu tidak lengkap tanpa pempek, dan Pempek Saga Sudi Mampir merupakan salah satu tempat yang dapat dimasukkan dalam daftar kuliner, terutama bagi pencinta makanan berbahan ikan. Berbagai jenis pempek tersedia, mulai dari pempek kapal selam hingga lenjer dan lenggang, dengan cuko menjadi elemen penting karena memberikan rasa asam, manis, dan pedas yang menyeimbangkan gurihnya pempek. Sumber pariwisata resmi menyebut Pempek Saga Sudi Mampir sebagai salah satu tempat pempek tertua yang mempertahankan cita rasa khas, dengan lokasi tercatat di Jalan Merdeka dan menjadi salah satu pilihan kuliner yang dikenal di Palembang. Pempek juga cocok dijadikan camilan malam karena dapat dipesan dalam beberapa ukuran dan jenis, serta bagi yang ingin membawa oleh-oleh, pilihan pempek juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan.

6. Martabak HAR, Martabak Telur dengan Kuah Kari

Martabak HAR mempunyai karakter yang berbeda dari martabak manis yang umum ditemukan di berbagai kota, karena hidangan ini berupa martabak telur yang disajikan bersama kuah kari khas. Sejarah Martabak HAR bermula pada 1947, dan menurut sumber pariwisata resmi, hidangan ini dikenal dengan isian telur bebek dan kuah kari berbumbu yang memberikan rasa gurih serta kaya rempah. Martabak HAR cocok untuk makan malam karena rasanya cukup kuat dan mengenyangkan, dengan kuah kari menjadi pembeda utama. Tekstur kulit martabak yang renyah berpadu dengan telur dan kuah menghasilkan sensasi makan yang berbeda dari martabak telur pada umumnya. Tempat ini juga relatif mudah ditemukan karena Martabak HAR telah berkembang menjadi jaringan dengan sejumlah cabang, dan data restoran terbaru masih menempatkan Martabak HAR sebagai salah satu kuliner yang populer di Palembang.

7. Sate Wak Din, Sate Sapi dengan Sentuhan Segar

Sate Wak Din dapat menjadi pilihan bagi pencinta daging bakar, karena potongan daging sapi yang dipanggang menghasilkan aroma khas yang semakin menggoda ketika disantap pada malam hari. Bumbu kecap dengan rempah menjadi pendamping utama, sementara sambal nanas dan acar timun memberikan rasa segar yang membantu menyeimbangkan rasa gurih dari daging. Perpaduan tersebut membuat Sate Wak Din memiliki karakter yang berbeda dari sate yang hanya mengandalkan bumbu kacang, karena rasa manis, gurih, pedas, dan segar dapat hadir dalam satu piring. Pilihan seperti ini cocok untuk makan malam santai, dan sate juga dapat dinikmati bersama nasi atau lontong sehingga porsinya mudah disesuaikan dengan kebutuhan.

8. Angkringan Mang Pen, Pilihan Santai dan Terjangkau

Angkringan Mang Pen menawarkan suasana makan yang lebih kasual, dengan konsep angkringan yang membuat tempat ini cocok untuk menikmati makanan ringan sambil berbincang hingga malam. Aneka sate dan camilan dapat menjadi pilihan, dan model penyajian seperti ini juga memungkinkan pengunjung mencoba beberapa jenis makanan dalam porsi kecil tanpa harus langsung memesan hidangan utama. Keunggulan angkringan berada pada suasananya yang santai dan harga yang relatif terjangkau, sehingga konsep tersebut membuatnya menarik bagi pencinta kuliner yang ingin menikmati malam tanpa suasana restoran formal. Angkringan juga identik dengan aktivitas makan secara perlahan, di mana beberapa makanan kecil dapat dipilih satu per satu sesuai selera, kemudian dilengkapi minuman hangat.

9. Rumah Makan Pindang Musi Rawas, Berburu Pindang Khas Sumatra Selatan

Pindang merupakan salah satu hidangan penting dalam khazanah kuliner Sumatra Selatan, dan Rumah Makan Pindang Musi Rawas menghadirkan sejumlah varian pindang yang dapat menjadi pilihan untuk makan malam. Pindang patin menjadi salah satu menu yang menarik, karena ikan patin yang lembut dipadukan dengan kuah berbumbu yang mempunyai perpaduan rasa pedas, asam, gurih, dan segar. Selain patin, tersedia pula pindang udang dan pindang iga sapi, di mana perbedaan bahan utama membuat pengalaman makan menjadi beragam meskipun menggunakan karakter kuah yang sama-sama kuat. Sumber pariwisata resmi juga memasukkan Rumah Makan Pindang Musi Rawas dalam daftar destinasi kuliner Palembang dan menyebut pindang patin sebagai salah satu hidangan andalannya. Tempat ini cocok bagi pencinta masakan tradisional yang ingin mengenal lebih jauh kekayaan kuliner Sumatra Selatan.

10. Rumah Makan Sri Melayu, Sajian Khas dalam Suasana Nyaman

Rumah Makan Sri Melayu menjadi pilihan lain untuk menikmati masakan khas Palembang, karena restoran ini menawarkan berbagai hidangan tradisional dan makanan laut. Pindang tulang merupakan salah satu menu yang menarik perhatian, di mana hidangan ini menggunakan bagian tulang sapi dengan daging yang masih melekat kemudian dimasak dalam kuah berbumbu dengan cita rasa kuat dan cocok disantap bersama nasi hangat. Berbagai menu seafood juga tersedia sehingga pilihan makanan cukup beragam, dan data restoran terbaru menunjukkan Rumah Makan Sri Melayu masih termasuk tempat makan yang dikenal di Palembang dan banyak dikaitkan dengan hidangan tradisional serta seafood. Suasana restoran yang relatif nyaman membuatnya sesuai untuk makan bersama keluarga atau rombongan.

Tips Menjelajahi Kuliner Malam Palembang

Berburu makanan pada malam hari tidak harus dilakukan dengan mendatangi seluruh tempat dalam satu waktu, karena rute kuliner dapat disusun berdasarkan jenis makanan agar perjalanan lebih nyaman. Untuk hidangan khas, pempek dan mi celor dapat menjadi pilihan awal, kemudian pindang patin atau pindang iga dapat menjadi menu utama, dan jika ingin makanan yang lebih ringan, sate atau bakmi dapat dipilih. Porsi juga perlu diperhatikan karena banyak makanan Palembang memiliki rasa yang cukup kuat sehingga lebih baik menyisakan ruang untuk mencicipi beberapa jenis hidangan, dan berbagi makanan juga menjadi cara praktis untuk mencoba lebih banyak menu dalam satu perjalanan. Waktu berkunjung perlu disesuaikan dengan jam operasional, di mana restoran dengan pemandangan Sungai Musi seperti River Side dapat dipilih ketika ingin menikmati suasana sore menuju malam, sementara tempat makan yang berkonsep kedai atau angkringan dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu hingga malam lebih larut. Selain makanan, suasana kawasan juga patut diperhatikan karena Palembang memiliki Sungai Musi sebagai salah satu elemen penting kota, sehingga menikmati makanan sambil melihat aktivitas sungai atau kawasan kota pada malam hari dapat memberikan pengalaman yang lebih lengkap. Pada akhirnya, kuliner malam di Palembang menawarkan perpaduan rasa tradisional, tempat bersejarah, dan suasana kota yang membuat perjalanan kuliner semakin berkesan.

Reporter: Redaksi
Back to top