SUMATERA SELATAN — Data RTI Infokom menunjukkan sebanyak 452 saham berhasil ditutup di zona hijau pada sesi Rabu (12/8), sementara 175 saham terkoreksi dan 168 saham lainnya stagnan. Volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 34,41 miliar lembar saham, mencerminkan aktivitas pasar yang cukup solid di tengah sentimen global yang masih beragam.
Dari 11 sektor indeks sektoral, hanya sektor transportasi yang ditutup melemah tipis 0,23 persen. Sisanya, 10 sektor berhasil menguat dengan sektor infrastruktur mencatatkan kenaikan paling tajam sebesar 4,6 persen.
Kenaikan signifikan pada sektor infrastruktur menunjukkan adanya aliran dana yang cukup deras ke saham-saham berskala besar di tengah optimisme investor domestik. Kondisi ini kontras dengan pelemahan tipis di sektor transportasi yang menjadi satu-satunya sektor yang berada di zona merah pada penutupan hari ini.
Di kawasan Asia, pergerakan indeks utama cenderung bervariasi. Indeks Shanghai Composite di China menguat 0,32 persen dan Nikkei 225 di Jepang naik 0,83 persen, sementara Hang Seng Composite di Hong Kong melemah 0,83 persen dan Straits Times di Singapura turun 0,57 persen.
Senada dengan Asia, bursa Eropa juga bergerak dua arah pada sesi perdagangan terakhirnya. Indeks DAX di Jerman menguat 0,31 persen, namun FTSE 100 di Inggris justru turun tipis 0,07 persen.
Berbeda dengan kawasan lainnya, bursa Amerika Serikat terpantau kompak melemah. Indeks S&P 500 turun 0,32 persen, NASDAQ Composite minus 0,60 persen, dan Dow Jones melemah 0,34 persen. Pelemahan ini menjadi catatan tersendiri bagi pelaku pasar untuk mencermati kelanjutan pergerakan IHSG pada sesi berikutnya.
Reli IHSG pada perdagangan kali ini menegaskan kembali minat investor terhadap aset berisiko domestik, terutama di tengah minimnya sentimen negatif dari dalam negeri. Transaksi sebesar Rp 17,37 triliun menunjukkan likuiditas pasar yang tetap sehat dan partisipasi investor yang aktif.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai pelemahan bursa Amerika Serikat yang bisa menjadi sentimen pembuka perdagangan besok. Dengan posisi IHSG yang kembali menguat di atas level psikologis 6.300, pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh arah pergerakan bursa global dan aliran dana asing.