Gubernur Sumsel Herman Deru Pastikan Pasokan Telur 16-20 Ton per Hari Aman untuk Program MBG di Sumatera Selatan

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:42:01 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau kandang modern PT Banyuasin Mukut Inti di Kabupaten Banyuasin, Rabu (12/08/2026).

BANYUASIN — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memastikan sektor peternakan daerah siap mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Kepastian itu disampaikan saat dirinya mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman meninjau langsung operasional kandang modern PT Banyuasin Mukut Inti di Kabupaten Banyuasin, Rabu (12/08/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemprov memastikan rantai pasok pangan, khususnya komoditas telur, tetap stabil di tengah bergulirnya program nasional tersebut.

Produksi 16-20 Ton per Hari dari Kandang Modern

Herman Deru mengungkapkan, peternakan yang berlokasi di Banyuasin ini memiliki kapasitas produksi yang tergolong besar untuk ukuran Sumatera Selatan. Setiap harinya, kandang modern tersebut mampu menghasilkan telur antara 16 hingga 20 ton.

“Dengan banyaknya stok telur yang dihasilkan dari kandang modern ini, dapat menampung 16 sampai 20 ton per hari. Sehingga ketersediaan telur untuk MBG tidak mengganggu kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan, kapasitas produksi tersebut menjadi modal utama bagi daerah untuk berkontribusi menyuplai kebutuhan protein bagi anak sekolah dan penerima manfaat program MBG tanpa harus mengorbankan stok di pasar tradisional.

Sejak 2022, Pemprov Sudah Dorong Pengembangan Peternakan

Herman Deru mengingatkan bahwa pengembangan PT Banyuasin Mukut Inti bukanlah hal yang baru. Pada 2022, saat menjabat Gubernur Sumsel periode pertama, ia turut meresmikan pabrik dan peternakan ayam petelur tersebut.

“Ini salah satu pabrik ayam petelur di Sumsel. Kita resmikan pada tahun 2022 dan hari ini kita lihat perkembangannya, produksinya cukup besar,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan peternakan ini membuktikan bahwa investasi di sektor pangan yang dimulai sejak awal kepemimpinannya kini mulai menunjukkan hasil nyata. Ia berharap fasilitas ini terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap berbagai program pemerintah pusat.

Dampak Ekonomi: Serapan Tenaga Kerja dan Penguatan Rantai Pasok

Selain menjaga ketahanan pangan, pengembangan peternakan berskala besar ini dinilai memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Herman Deru menyebut keberadaan perusahaan turut menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan di Sumatera Selatan.

Dengan produksi yang konsisten, distribusi telur dari Banyuasin diharapkan mampu menjangkau seluruh kabupaten/kota di Sumsel, baik untuk kebutuhan komersial maupun program sosial pemerintah.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Anggota DPD RI dr. Ratu Tenny Leriva dan pemilik peternakan, Awi.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: katanda.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top