PALEMBANG — Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Alwis Gani, meminta pengurus Jagatara Tani Berdaya Sumsel segera mengajukan proposal kegiatan pelatihan petani. Proposal itu nantinya akan diteruskan ke instansi terkait agar program peningkatan kapasitas petani padi di dua kabupaten dapat berjalan maksimal.
Hal itu disampaikan Alwis saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Jagatara Tani Berdaya Sumsel di ruang rapat Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumsel, Kamis (13/8/2026). Dalam pertemuan itu, ia didampingi Hj Zaitun, Sri Mulyadi, dan Rica Novliaanty.
Ketua Jagatara Tani Berdaya Sumsel, Firdaus Khusyairin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua agenda utama. Kegiatan pertama dijadwalkan berlangsung di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin pada Minggu (23/8/2026).
Kegiatan lanjutan akan digelar di Desa Sari Bandung, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir pada Minggu (6/9/2026). Total peserta yang ditargetkan mengikuti pelatihan ini sekitar 200 orang yang terbagi dalam dua batch.
Firdaus menyebut pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam menerapkan teknik budidaya padi sesuai kondisi wilayah masing-masing. Fokus utamanya adalah penguasaan inovasi dan teknologi pertanian untuk menaikkan produktivitas serta efisiensi usaha tani.
“Tujuannya meningkatkan kemampuan petani dalam pengelolaan lahan, penggunaan benih, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta pengelolaan air secara tepat,” ujar Firdaus.
Alwis Gani menilai program peningkatan kapasitas petani ini merupakan langkah positif yang perlu didukung. Ia mengapresiasi inisiatif pengurus Jagatara Tani Berdaya yang dinilai berkontribusi bagi masa depan sektor pertanian di Sumatera Selatan.
“Saya berterima kasih kepada adik-adik dari Jagatara Tani Berdaya Sumatera Selatan yang telah bersilaturahmi dan menyampaikan agenda ke depan. Kegiatan yang sudah dilakukan merupakan kegiatan positif untuk masa depan yang lebih baik,” kata Alwis.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan kesiapannya memberikan masukan untuk pengembangan kegiatan. Ia juga meminta pengurus organisasi untuk mengajukan proposal resmi agar program pelatihan bisa mendapatkan dukungan anggaran atau pendampingan dari pemerintah provinsi.
“Insyaallah, saya siap memberikan masukan-masukan yang lebih baik ke depannya. Untuk kegiatan berikutnya, silakan mengajukan proposal. Insyaallah akan diteruskan ke instansi yang berkaitan,” ujarnya.
Alwis berharap program-program peningkatan kapasitas seperti ini dapat memberikan dampak nyata terhadap produktivitas pertanian di Sumatera Selatan. Ia pun menyampaikan doa agar para petani padi di provinsi ini mampu mengadopsi teknologi modern dan meraih hasil yang lebih baik.
“Semoga petani padi di Sumsel pada umumnya bisa berhasil seperti yang diharapkan,” pungkasnya.