Pencarian

El Nino Kuat Landa Sumatera Selatan, BMKG Palembang Ingatkan 17 Kabupaten/Kota Siaga Karhutla dan Krisis Air Bersih

Rabu, 05 Agustus 2026 • 15:04:31 WIB
El Nino Kuat Landa Sumatera Selatan, BMKG Palembang Ingatkan 17 Kabupaten/Kota Siaga Karhutla dan Krisis Air Bersih
Petugas memantau peralatan pemantau cuaca di tengah ancaman El Nino kuat yang melanda Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Ancaman kekeringan parah kini membayangi hampir seluruh wilayah Sumatera Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat indeks El Nino pada Agustus ini telah menembus level kuat dengan kecenderungan terus meningkat menuju fase sangat kuat, situasi yang berpotensi memperparah kondisi kemarau di provinsi ini.

Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, mengungkapkan bahwa puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September mendatang. Kondisi ini diperparah oleh menguatnya pengaruh Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Sumatera bagian selatan.

Mayoritas Wilayah Diprediksi Tanpa Hujan, Titik Basah Hanya di Dua Daerah

Dalam sepekan ke depan, prakiraan cuaca menunjukkan sebagian besar wilayah Sumsel akan didominasi kondisi cerah berawan tanpa potensi hujan signifikan. Namun, BMKG mendeteksi adanya anomali cuaca lokal di beberapa titik wilayah barat yang masih berpeluang diguyur hujan.

"Potensi hujan dengan intensitas ringan masih ada di wilayah barat Sumsel seperti Lahat dan Pagaralam. Sementara untuk wilayah Musi Rawas Utara dan Lubuk Linggau terdapat potensi hujan sedang dalam tiga hari ke depan," jelas Sinta.

Fenomena ini dipicu oleh pembentukan pola angin sirkulasi di perairan barat Bengkulu yang merangsang pertumbuhan awan-awan hujan. Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas wilayah lain di Sumsel yang hampir tidak memiliki potensi hujan sama sekali.

Imbauan Kritis: Larangan Bakar Lahan dan Hemat Air Bersih

Melihat kondisi cuaca yang dominan kering tanpa hujan, BMKG mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat dan instansi terkait untuk mengambil langkah antisipatif. Fokus utama kewaspadaan diarahkan pada pencegahan karhutla yang kerap melanda lahan gambut di Sumsel, serta penghematan penggunaan air bersih.

"Melihat kondisi cuaca Sumsel yang dominan kering tanpa hujan, kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kebakaran dengan tidak membakar lahan secara sembarangan, bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih, serta selalu menjaga kondisi kesehatan dari paparan cuaca panas dan polusi udara," ujarnya.

Polusi Udara Jadi Ancaman Baru di Tengah Kemarau

Selain kekeringan dan karhutla, BMKG juga menyoroti potensi memburuknya kualitas udara. Paparan cuaca panas yang berkepanjangan ditambah potensi kabut asap dari titik api dapat memicu gangguan kesehatan pernapasan bagi warga, terutama di wilayah perkotaan seperti Palembang dan sekitarnya.

Masyarakat diminta untuk proaktif menjaga kondisi fisik di tengah cuaca ekstrem ini. Langkah sederhana seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memastikan asupan cairan tubuh tetap terpenuhi menjadi krusial untuk menghindari dampak buruk kesehatan.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks