Kades di Musi Rawas Minta Maaf Motor KDMP Dipakai Angkut Sawit, Berawal dari Warga Butuh Uang

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30:01 WIB
Kades di Musi Rawas menyampaikan permintaan maaf atas penggunaan motor bantuan KDMP untuk mengangkut sawit.

MUSI RAWAS — Penggunaan motor bantuan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KDMP) untuk mengangkut sawit di Musi Rawas memicu sorotan. Kepala desa setempat buka suara dan meminta maaf atas kejadian yang dianggap mencoreng tujuan program bantuan tersebut.

Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh kades kepada publik setelah foto dan video motor bertuliskan bantuan pemerintah itu viral di media sosial. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa penggunaan motor di luar peruntukan semula bukan atas perintah atau sepengetahuan dirinya.

Bermula dari Warga yang Butuh Uang

Kades menjelaskan, insiden tersebut berawal dari inisiatif warga yang sedang membutuhkan uang. Motor bantuan itu dipakai untuk mengangkut hasil kebun sawit milik warga dengan imbalan sejumlah uang.

“Saya selaku kepala desa meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya kepada pemerintah. Ini murni kesalahan warga yang butuh uang, bukan program desa,” ujarnya.

Motor Bantuan untuk Usaha Ekonomi Desa

Motor KDMP sejatinya merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Bantuan ini diperuntukkan bagi kegiatan usaha produktif warga, seperti pengolahan hasil tani atau pengangkutan komoditas dalam skala kecil.

Penggunaan untuk mengangkut sawit dalam jumlah besar dinilai menyalahi aturan dan berpotensi merusak kendaraan. Selain itu, hal ini juga dianggap mencederai kepercayaan pemerintah pusat terhadap pengelolaan bantuan di tingkat desa.

Kades Berjanji Evaluasi Penggunaan Bantuan

Atas kejadian ini, kades berjanji akan mengevaluasi pengelolaan aset desa ke depan. Ia memastikan motor bantuan akan kembali difungsikan sesuai peruntukannya dan diawasi lebih ketat.

“Ke depan saya akan tarik kembali motor itu dan kita kelola bersama untuk kepentingan BUMDes. Tidak akan dipegang perorangan lagi,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi desa lain di Sumatera Selatan agar lebih cermat mengawasi penggunaan aset bantuan pemerintah, sehingga program pemberdayaan berjalan sesuai sasaran.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: trends.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top