SUMATERA SELATAN — Moto G77 Power adalah ponsel kelas menengah yang andal untuk penggunaan harian, tetapi sulit menonjol di segmen yang sudah padat. Keunggulan utamanya jelas: baterai besar yang mampu bertahan lebih dari sehari penuh dengan pemakaian berat. Namun, beberapa kompromi signifikan membuat harga Rp 4,3 jutanya terasa berat jika dibandingkan kompetitor sekelas.
Ini adalah alasan paling masuk akal untuk memilih Moto G77 Power. Kapasitas 6.000 mAh mampu menemani pengguna dari pagi hingga malam tanpa perlu mengisi ulang, bahkan untuk aktivitas berat seperti gaming atau streaming video. Pengisian cepat 33W memang bukan yang tercepat di kelasnya, tapi cukup untuk mengisi penuh dalam waktu sekitar satu jam lebih.
Bagi pekerja lapangan, mahasiswa yang jarang dekat stopkontak, atau pengguna yang sering bepergian, ketenangan pikiran soal baterai ini punya nilai tersendiri. Ini adalah satu-satunya alasan kuat yang bisa membenarkan pembelian perangkat ini.
Refresh rate 120Hz membuat scrolling antarmuka terasa halus dan responsif. Sayangnya, panel LCD yang digunakan tidak bisa menandingi kualitas layar AMOLED yang sudah umum ditemui di kelas harga yang sama. Kontras warna kurang dalam dan tingkat kecerahan maksimalnya pas-pasan, terutama saat digunakan di bawah sinar matahari langsung.
Bagi pengguna yang terbiasa menonton konten HDR atau sering bermain game dengan visual kaya warna, perbedaan ini akan langsung terasa.
Chipset Dimensity 6400 yang diusung sebenarnya sudah berumur. Ia cukup mumpuni untuk membuka aplikasi, media sosial, dan multitasking ringan. Namun, saat dipaksa menjalankan game berat seperti Genshin Impact atau PUBG Mobile dengan grafis tinggi, perangkat ini akan menunjukkan keterbatasannya. Frame rate bisa turun dan perangkat cepat panas.
Pengalaman menggunakan Android murni ala Motorola menjadi nilai tambah. Antarmuka bersih tanpa bloatware membuat sistem terasa ringan dan responsif. Ini pengalaman yang jarang didapat di kelas menengah yang biasanya penuh aplikasi bawaan.
Kamera utama 50 MP menghasilkan foto yang tajam dan warna yang natural saat kondisi pencahayaan cukup. Sayangnya, saat cahaya mulai redup, hasil jepretan cenderung kehilangan detail dan muncul noise. Kamera ultrawide dan makro hanya berfungsi sebagai pelengkap dengan kualitas yang bisa dibilang standar.
Untuk pengguna yang hanya butuh kamera untuk dokumen, media sosial, atau foto candid, hasilnya masih bisa diterima. Tapi jika fotografi adalah prioritas, ada banyak pilihan lain yang lebih baik di harga yang sama.
Desain Moto G77 Power mengikuti bahasa desain Motorola yang sudah dipakai beberapa generasi terakhir. Tidak ada yang salah secara visual, tapi juga tidak ada yang istimewa. Bodi plastik dengan finishing glossy membuatnya mudah kotor oleh sidik jari.
Masalah yang lebih serius ada pada kebijakan pembaruan. Motorola hanya menjanjikan dua kali pembaruan sistem operasi dan tiga tahun patch keamanan. Di kelas harga ini, kompetitor seperti Samsung atau Xiaomi sudah menawarkan kebijakan yang lebih panjang, sehingga nilai jual kembali perangkat ini akan lebih rendah di masa depan.
Moto G77 Power adalah ponsel yang sangat terspesialisasi. Ia dibuat untuk pengguna yang kebutuhan utamanya adalah baterai tahan lama dan pengalaman Android yang bersih, tanpa peduli pada kualitas layar, kamera, atau kebijakan update.
Di harga Rp 4,3 juta, pengguna Indonesia punya banyak alternatif dengan layar AMOLED, chipset lebih bertenaga, dan kamera lebih baik. Namun, jika daya tahan baterai adalah segalanya dan Anda tidak keberatan dengan panel LCD serta desain yang monoton, Moto G77 Power adalah pilihan yang jujur dan fungsional. Untuk semua orang lain, ada baiknya mengeksplorasi opsi lain di kelas menengah yang lebih seimbang.