Festival Perahu Bidar Palembang Masuk KEN 2026, Putaran Uang UMKM Capai Ratusan Juta Rupiah

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:37:01 WIB
Festival Perahu Bidar Palembang resmi masuk Kalender Event Nasional (KEN) 2026, dengan perputaran uang UMKM mencapai ratusan juta rupiah.

SUMATERA SELATAN — Perhelatan tahun ini menandai transformasi Sungai Musi menjadi panggung kebudayaan sekaligus lokomotif ekonomi daerah. Terpilihnya festival ini dalam daftar KEN 2026 oleh Kementerian Pariwisata RI memperkuat posisinya sebagai agenda wisata nasional yang berdampak langsung pada perputaran uang di sektor kuliner, kerajinan, dan transportasi wisata air.

Kabupaten Ogan Ilir Bawa Pulang Hadiah Utama Rp25 Juta

Dari sisi kompetisi, Kabupaten Ogan Ilir keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang uang pembinaan Rp25 juta. Posisi kedua ditempati Sinar Permata Lahat dengan hadiah Rp22,5 juta, disusul PMPB Sumsel di posisi ketiga yang mengantongi Rp20 juta.

Kategori Parade Perahu Motor Hias juga tak kalah meriah dengan 17 peserta. Perumda Tirta Musi Palembang memenangkan lomba ini dan menerima hadiah tunai Rp7,5 juta.

Dampak Berganda bagi UMKM dan Industri Kreatif Lokal

Di luar arena lomba, dampak ekonomi menjadi sorotan utama. Keramaian yang terjadi sepanjang hari di kawasan Jembatan Ampera hingga Benteng Kuto Besak mendorong transaksi harian pelaku usaha mikro naik signifikan. Pedagang kuliner khas seperti pempek, tekwan, dan aneka jajanan tradisional kebanjiran pembeli, sementara perajin songket dan industri kreatif setempat turut menikmati lonjakan permintaan.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar kompetisi olahraga air. Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya nyata merawat warisan sejarah dan identitas masyarakat Palembang.

"Ini menjadi momen penting untuk merawat ingatan, identitas, serta kebanggaan kita terhadap sejarah Sungai Musi," ujar Ratu Dewa dalam pernyataannya, Senin (17/8/2026).

Strategi Perpanjangan Durasi Kunjungan Wisatawan

Ratu Dewa menambahkan, pelestarian budaya harus sejalan dengan pengembangan pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat. Kehadiran wisatawan ke Palembang diharapkan tidak hanya untuk berfoto di Jembatan Ampera, tetapi juga merasakan langsung kekayaan budaya di sepanjang aliran Sungai Musi. Semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar uang yang dibelanjakan di restoran, hotel, dan pusat oleh-oleh.

Ia mengibaratkan kekompakan para pendayung sebagai simbol gotong royong yang menjadi fondasi membangun perekonomian Kota Palembang. Ke depan, pemerintah kota berencana mengemas lebih banyak atraksi pendamping di tepian sungai agar dampak ekonominya tidak hanya berhenti di hari perlombaan.

Festival ini ditutup dengan kemeriahan yang menegaskan kembali posisi Sungai Musi sebagai nadi budaya dan ekonomi masyarakat Sumatra Selatan.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: halosumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top