SUMATERA SELATAN - Mencari pesantren yang tepat di Sumatera Selatan sebaiknya tidak hanya mengandalkan popularitas nama lembaga. Program pendidikan, kualitas asrama, hingga rekam jejak prestasi santri sama pentingnya untuk dipertimbangkan.
Ada tiga pesantren yang kerap masuk daftar pertimbangan orang tua di Sumsel:
Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya punya sejarah panjang dan pernah dinobatkan sebagai Pesantren Terbaik I se-Sumsel pada 2017. Jumlah santrinya besar dan berasal dari berbagai provinsi.
Al-Ittifaqiah Kampus Lecah di Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2026-2027 untuk jenjang MTs dan MA, dengan kurikulum berstandar internasional serta akreditasi madrasah unggul.
Pondok Pesantren Khairul Ummah di Jalan Ulak Lebar RT 06 No. 101, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau, menawarkan perpaduan kurikulum nasional dengan program tahfiz Al-Qur'an, bahasa Arab, dan bahasa Inggris.
Pertama, kurikulum — pastikan porsi pelajaran umum, agama, tahfiz, dan bahasa sesuai kemampuan calon santri. Kedua, sistem asrama, mencakup kebersihan kamar, pengawasan, jadwal harian, hingga fasilitas kesehatan. Ketiga, pembinaan karakter yang mencakup kedisiplinan, ibadah, dan kehidupan sosial. Keempat, rekam jejak prestasi, baik akademik maupun keagamaan — santri dan alumni Al-Ittifaqiah misalnya aktif di berbagai kejuaraan MTQ dari tingkat kabupaten sampai internasional.
Biaya pesantren umumnya mencakup pendaftaran, pendidikan, asrama, makan, seragam, buku, dan kegiatan lain. Bandingkan total pengeluaran selama setahun, bukan hanya biaya pendaftaran di awal. Beberapa pesantren, seperti Khairul Ummah, turut menyediakan beasiswa bagi santri yatim, piatu, dan keluarga duafa untuk tahun ajaran 2026-2027 — informasi ini sebaiknya ditanyakan langsung sebelum mendaftar.