SUMATERA SELATAN — Laporan dari Autocar yang dikutip Car and Driver menyebutkan Mini telah memulai pengembangan untuk Cooper Electric generasi berikutnya yang dijadwalkan hadir dalam beberapa tahun ke depan. Perubahan paling mendasar ada di bawah kap: mobil ini akan dibangun di atas platform Gen6 milik BMW, yang saat ini menjadi dasar bagi sedan listrik Neue Klasse i3 dan SUV iX3.
Keputusan ini otomatis mengubah tata letak penggerak. Platform Gen6 dirancang dengan arsitektur yang mengutamakan motor listrik besar di gandar belakang lengkap dengan gearbox, sementara motor di depan berukuran lebih kecil tanpa gearbox. Artinya, sistem RWD menjadi fondasi utama platform ini, dan Mini Cooper EV ikut menumpang di atasnya.
Perpindahan platform ini bukan sekadar perubahan filosofi berkendara. Dari sisi performa, lompatannya cukup besar. Cooper Electric saat ini hanya menawarkan tenaga maksimal 215 hp. Dengan basis Gen6 yang memang dirancang untuk motor bertenaga besar, bukan tidak mungkin generasi anyar ini melompat jauh di atas angka tersebut.
Perlu dicatat, ini masih laporan awal dan belum ada konfirmasi resmi dari Mini soal angka pasti. Namun secara arsitektur, platform Gen6 jelas menyisakan ruang yang jauh lebih besar untuk pengembangan performa dibandingkan platform EV Mini yang sekarang.
Perubahan ini kabarnya tidak hanya terjadi pada versi listrik. Menurut laporan terpisah dari Autocar, BMW 1-series yang berbagi platform dengan Mini Cooper versi bensin akan kembali ke basis penggerak roda belakang pada 2028. BMW pun memberi sinyal bahwa Mini bisa melakukan hal yang sama.
Joachim Post, bos pengembangan BMW, sempat memberi pernyataan yang mengarah ke sana. Ia mengatakan brand akan memilih "yang optimal untuk paket kendaraan," dan "sheer driving pleasure" tetap menjadi prioritas utama Mini. Ini sinyal kuat bahwa karakter handling jadi pertimbangan utama, bukan sekadar efisiensi biaya produksi.
Kabar baiknya, perubahan platform ini tidak akan mengubah wajah Mini Cooper. Holger Hampf, kepala desain Mini, menegaskan kepada Autocar bahwa mempertahankan proporsi dan gaya khas Cooper adalah harga mati yang "tidak bisa ditawar." Jadi meski arsitekturnya berubah total, siluet bulat dan kompak yang melekat pada Mini seharusnya tetap utuh.
Perlu dicatat juga bahwa Cooper versi bensin dan listrik saat ini sebenarnya sudah berbeda platform. Model bensin adalah versi overhaul besar-besaran dari generasi sebelumnya, sementara versi EV sudah berbasis platform yang lebih modern. Keputusan untuk menyatukan keduanya ke arah RWD ini jadi langkah besar yang patut diawasi.
Perubahan haluan ini, jika benar terjadi, akan membuat Mini Cooper EV generasi baru punya karakter yang sangat berbeda dari pendahulunya. Penggerak roda belakang biasanya membawa handling yang lebih lincah dan menyenangkan di tikungan, tapi juga butuh penyesuaian bagi pengemudi yang terbiasa dengan karakter FWD yang "menggenggam" jalan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.