PALEMBANG — Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang mengingatkan potensi gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang mengintai warga seiring meningkatnya titik karhutla. Dia menegaskan, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadi langkah utama yang tidak bisa ditawar.
"Menghadapi puncak kemarau tahun ini perlu ditingkatkan PHBS karena terdapat cukup banyak kebakaran hutan dan lahan, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan akibat asap dari karhutla mencemari udara," kata Cik Ujang di Palembang, Rabu.
Selain memakai masker, Wagub meminta masyarakat memperhatikan indikator PHBS lainnya. Beberapa di antaranya adalah mencuci tangan menggunakan air dan sabun, mengonsumsi sayur dan buah-buahan, serta rutin berolahraga.
PHBS sendiri merupakan rekayasa sosial untuk menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas perilaku sehari-hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menyebut, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 37,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.
Kondisi ini dipengaruhi asap karhutla dari beberapa wilayah Sumsel yang terbawa angin masuk ke Kota Palembang. Pantauan dilakukan pada beberapa hari terakhir sebelum imbauan ini dikeluarkan.
Warga Palembang dan daerah terdampak lainnya diimbau untuk tidak beraktivitas di luar rumah tanpa perlindungan. "Dalam kondisi tersebut, warga Kota Palembang dan daerah Sumsel lainnya yang terdampak asap karhutla diimbau agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah agar tidak terpapar udara buruk," harap Wandayantolis.
Gerakan PHBS ini merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi beban negara dan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan. Tujuan utamanya meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal kontribusi individu dalam menjalani perilaku sehari-hari.
Melalui upaya tersebut, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari segala penyakit yang biasa muncul pada musim kemarau, terutama ISPA.