Waymo Mulai Layani Semua Penumpang dengan Robotaxi Zeekr Ojai, EV China yang Tak Bisa Dibeli di AS

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 01:48:31 WIB
Robotaxi Zeekr Ojai milik Waymo terparkir di fasilitas perakitan Mesa, Arizona, siap melayani penumpang umum di sejumlah kota di Amerika Serikat.

SUMATERA SELATAN — Alphabet melalui unit bisnisnya, Waymo, mengumumkan perluasan layanan ini setelah sebelumnya hanya tersedia untuk pengguna akses awal gratis sejak 28 Mei. Kini, penumpang yang memesan robotaxi di tiga kota tersebut berpotensi mendapatkan unit Ojai jika tersedia di sekitar lokasi mereka.

Keputusan ini menjadi langkah penting Waymo dalam rencana menekan biaya operasional. Ojai dibangun di atas arsitektur SEA-M milik Zeekr, merek premium asal China di bawah Geely Holding, dengan desain bodi yang dikerjakan di Swedia. Waymo menyebut total biaya per unit—termasuk paket sensor dan komputasi—diperkirakan kurang dari separuh biaya robotaxi Jaguar I-PACE yang selama ini mereka gunakan.

Tarif Impor 127,5% dan Solusi Perakitan Lokal

Untuk menghadirkan Ojai ke pasar AS, Waymo harus membayar bea masuk sekitar 127,5% untuk setiap unit EV asal China. Forbes mencatat sejak 2024, lebih dari 3.200 unit Zeekr telah masuk melalui Pelabuhan Los Angeles, dengan 2.600 di antaranya tiba sepanjang tahun ini saja.

Biaya tarif yang tinggi tetap masuk akal secara bisnis karena harga basis Zeekr yang murah. Namun ada syarat lain: regulasi Commerce Department yang mulai berlaku 2027 melarang perangkat konektivitas dan sistem bantuan pengemudi buatan China atau Rusia. Waymo menyiasatinya dengan mengirim Zeekr tanpa perangkat keras konektivitas China, lalu memasang komputer dan sensor rancangan AS di fasilitas perakitan Mesa, Arizona, bersama pemasok Magna.

Dengan kata lain, penumpang menaiki bodi, baterai, dan kabin buatan Zeekr, tetapi "otak" kendaraan sepenuhnya buatan Waymo.

Kabarin Dirancang Khusus untuk Robotaxi, Bukan Mobil Konvensional

Ojai bukan hasil konversi mobil biasa. Zeekr merancangnya sebagai robotaxi khusus dengan lantai datar, pijakan rendah, dan pintu gondola lebar di kedua sisi. Kabinnya luas dengan tiga layar adaptif untuk rute, musik, dan pengatur suhu, plus port pengisian daya, tempat cangkir, dan label braille untuk aksesibilitas.

Di atas atap terpasang sistem Waymo Driver generasi keenam yang mengandalkan 13 kamera, empat lidar, dan enam radar. Jumlah sensor ini 42% lebih sedikit dibanding generasi kelima, dan Waymo mengklaim biaya perangkat kerasnya kini di bawah US$ 20.000 per kendaraan—faktor kunci untuk memperbesar skala armada secara menguntungkan.

Ekspansi Armada dan Target Satu Juta Perjalanan per Minggu

Ojai menjadi tulang punggung strategi pertumbuhan Waymo. Pekan lalu, hampir 1.000 unit Ojai terparkir di pabrik Arizona, dengan ratusan lainnya telah dikonversi dan siap beroperasi mendampingi sekitar 3.700 unit Jaguar I-PACE. Waymo saat ini menjalankan sekitar 500.000 perjalanan berbayar per minggu di belasan kota dan menargetkan satu juta perjalanan mingguan.

Selain Ojai, Waymo juga menyiapkan Hyundai Ioniq 5 sebagai platform robotaxi kedua. Seorang pengguna dengan nama Zzyzx menilai langkah ini menunjukkan kesenjangan antara Waymo dan kompetitor semakin lebar, terutama dengan kombinasi mobil dan van yang bisa menampung tiga penumpang atau lebih.

Seiring pembukaan layanan Ojai untuk publik, Waymo juga meluncurkan fitur baru termasuk integrasi Gemini dan aplikasi pemesan yang didesain ulang. Rencana berikutnya, Ojai akan tersedia untuk pengguna terpilih di Denver, San Diego, dan Las Vegas, disusul kota-kota lain pada tahun ini.

Bagi pengamat industri, fenomena ini lebih dari sekadar soal EV China. Waymo bersedia menyerap bea masuk 127,5% dan tetap untung karena biaya per unit Ojai jauh lebih rendah dari Jaguar yang digantikan. Gabungan harga kendaraan murah dan paket sensor di bawah US$ 20.000 menjadi kunci untuk mencapai skala jutaan perjalanan—sesuatu yang belum dicapai operator robotaxi lain.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top