SUMATERA SELATAN — JAKARTA — Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 memborong penghargaan tertinggi di ajang Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026. Anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ini membawa pulang trofi Best of the Best setelah bersaing dengan 236 pendaftar dari seluruh regional dan anak perusahaan upstream Pertamina.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur SDM dan Layanan Korporat PHE, Eri Sulistyo Sutikno, di Jakarta pada Jumat (14/8) lalu. Dari 108 program yang didaftarkan, PHR Regional 1 berhasil memenangkan 10 kategori sekaligus—sebuah rekor yang menunjukkan pendekatan pemberdayaan yang matang di tiap wilayah kerja.
Salah satu program yang mencuri perhatian juri adalah GEMAR SEHAT dari Zona 1 yang digarap PHE Jambi Merang. Program kesehatan ini meraih medali Gold dengan fokus memperkuat kapasitas kader Posyandu di Kabupaten Musi Banyuasin (Sumatera Selatan) dan Muaro Jambi.
Pendekatannya tidak sekadar memberi bantuan, tapi membangun kemandirian. PHR mendorong pemanfaatan lahan pekarangan warga untuk kebun hortikultura dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Hasil panennya digunakan untuk mendukung pemberian makanan tambahan (PMT) bagi 630 penerima manfaat—anak kurang gizi, ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK), hingga lansia—sekaligus mengisi kas Posyandu.
Sementara di Zona 4, PEP Limau Field mengembangkan Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman. Berawal dari usaha batik, program ini melebar ke pemanfaatan potensi bambu dan aktivitas ekonomi produktif lainnya. Hasilnya nyata: pendapatan masyarakat di desa itu meningkat 37 persen, dengan 47 penerima manfaat langsung dan 442 orang terdampak tidak langsung.
PHR juga unjuk gigi di kategori baru Best Social License to Operate yang menilai kontribusi program sosial terhadap kelancaran operasi perusahaan. Kukuh Kertasafari, Senior Manager Production SL North, menjadi pemenang berkat inisiatifnya yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pemeliharaan infrastruktur jalan operasi.
Jalan tersebut ternyata menjadi akses utama mobilitas warga sehari-hari. Dengan dirawatnya infrastruktur ini, hubungan industrial antara perusahaan dan masyarakat sekitar semakin harmonis—modal penting bagi keberlangsungan operasi migas di Rokan.
"Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan di setiap wilayah operasi. Terpenting, program benar-benar memberikan manfaat, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan mampu menciptakan kemandirian secara berkelanjutan," ujar Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida.
Eviyanti menegaskan, keberhasilan ini bukan kerja sendiri. PHR menggandeng pemerintah daerah, mitra, dan tokoh masyarakat untuk memastikan program tepat sasaran. Dari sisi internal, Manager CID PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, juga diganjar penghargaan Best Leadership atas kemampuannya mengorkestrasi program di tiga zona berbeda.
Prestasi ini sekaligus menjawab kritik publik terhadap program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN yang kerap dinilai seremonial. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal dan indikator dampak yang terukur, PHR membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat bisa berjalan paralel dengan kinerja bisnis hulu migas yang solid.