PALEMBANG - Sebagai gerbang udara utama Sumatera Selatan, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) melayani penerbangan domestik maupun internasional dengan kode IATA PLM dan kode ICAO WIPP.
Lokasinya berada di Talangbetutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, tepatnya di Jalan Gubernur Asnawi Mangku Alam, Palembang 30155, dan dikelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sepanjang 2025 bandara ini mencatat 1.552.927 penumpang, 10.620 pergerakan pesawat, dan 3.302.925 kg kargo — angka yang menegaskan posisinya sebagai simpul transportasi udara penting di wilayah ini.
Bandara SMB II memiliki klasifikasi 4E dengan landasan pacu berukuran 3.000 x 45 meter. Gedung terminal untuk kategori domestik dan internasional masing-masing seluas 32.786 m², cukup luas untuk menampung arus penumpang yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
Salah satu perkembangan penting adalah dibukanya kembali penerbangan internasional reguler Palembang-Kuala Lumpur melalui AirAsia pada Juni 2025, setelah sebelumnya sempat vakum. Bagi penumpang rute ini, persiapan dokumen seperti paspor dan proses imigrasi perlu diperhitungkan sejak sebelum tiba di bandara.
Berdasarkan data resmi Ditjen Perhubungan Udara, sejumlah fasilitas umum tercatat di Bandara SMB II:
Layar informasi penerbangan yang membantu penumpang memantau jadwal, perubahan waktu keberangkatan, dan nomor gate secara real-time.
Tersedia bagi penumpang yang membutuhkan uang tunai untuk keperluan perjalanan darat setelah mendarat di Palembang.
Fasilitas ibadah yang dapat dimanfaatkan penumpang sebelum atau sesudah penerbangan, termasuk bagi yang memiliki jadwal transit panjang.
Mencakup parkir kendaraan pribadi maupun opsi parkir inap bagi penumpang yang bepergian beberapa hari. Tarif dan mekanisme parkir inap disarankan dikonfirmasi langsung ke pengelola karena dapat berubah sewaktu-waktu.
Salah satu keunggulan SMB II adalah keberadaan LRT Sumatera Selatan yang terhubung langsung ke kawasan bandara menuju koridor Jakabaring, dengan tarif Rp5.000 sesuai laporan Kementerian Perhubungan 2024. Selain LRT, penumpang juga dapat memilih:
Rp5.000 menuju koridor Jakabaring, berdasarkan data Kemenhub 2024.
Ya, terdapat masjid yang tercatat resmi dalam fasilitas umum bandara.
Sejak Juni 2025 melalui maskapai AirAsia.
Dengan memahami data, fasilitas, dan pilihan transportasi ini, penumpang dapat merencanakan perjalanan dari dan menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan lebih matang.