PALEMBANG - Transportasi dari bandara ke pusat kota Palembang menjadi hal pertama yang perlu dipikirkan setelah mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM).
Pilihannya cukup beragam, mulai dari LRT, taksi, kendaraan daring, hingga mobil jemputan, sehingga penumpang bisa menyesuaikan dengan transportasi Bandara SMB II ke pusat kota Palembang berdasarkan anggaran, jumlah bagasi, dan tujuan akhir.
Bandara SMB II berada di Talangbetutu, Kecamatan Sukarami, sekitar sisi utara Kota Palembang.
Data Kementerian Perhubungan mencatat bandara ini melayani 1.552.927 penumpang sepanjang 2025, sehingga akses dari terminal menuju kawasan kota menjadi bagian penting dari perjalanan.
Tidak ada satu moda yang paling cocok untuk semua penumpang. Pilihan terbaik bergantung pada apakah Anda mengejar harga murah, ingin cepat sampai hotel, atau membawa banyak barang.
LRT merupakan pilihan menarik bagi penumpang yang ingin menghindari kemacetan sekaligus memperoleh tarif relatif terjangkau. Jalurnya menghubungkan Stasiun Bandara SMB II dengan kawasan kota hingga Jakabaring.
LRT sangat menarik untuk wisatawan yang hotelnya dekat stasiun. Jika hotel berada jauh dari jalur LRT, Anda mungkin tetap membutuhkan ojek atau taksi untuk perjalanan terakhir.
Taksi menjadi pilihan paling sederhana bagi penumpang yang ingin langsung menuju alamat tujuan tanpa berganti kendaraan.
Taksi resmi dan operator yang melayani bandara menjadi pilihan yang lebih praktis jika Anda tidak ingin repot menentukan titik penjemputan.
Kendaraan daring dapat menjadi alternatif ketika ingin mengetahui estimasi tarif melalui aplikasi sebelum perjalanan.
Titik penjemputan layanan daring dapat mengikuti aturan operasional bandara, sehingga jangan berasumsi mobil akan mengambil penumpang tepat di depan pintu kedatangan.
Untuk perjalanan bisnis, keluarga, atau wisatawan yang ingin semuanya sudah diatur sejak sebelum mendarat, airport transfer bisa menjadi pilihan.
Beberapa layanan transfer memang menyediakan penjemputan di Bandara SMB II, tetapi titik bertemu dapat berubah mengikuti kondisi operasional bandara.
"Pusat kota Palembang" sebenarnya cukup luas. Moda yang nyaman untuk menuju kawasan Ampera belum tentu menjadi pilihan paling efisien untuk tujuan di Jakabaring atau Bukit Besar.
Jika tujuan Anda berada di sekitar pusat kota lama, LRT bisa menjadi pilihan menarik.
Kawasan Bukit Besar tidak berada tepat di jalur utama LRT, sehingga perjalanan dengan mobil dapat lebih praktis.
Jakabaring berada di sisi selatan Sungai Musi dan justru menjadi salah satu tujuan yang terhubung langsung oleh jalur LRT.
Waktu tempuh tidak bisa dipatok dengan satu angka karena tujuan akhir dan kondisi lalu lintas sangat menentukan.
Perjalanan menuju kawasan kota dapat relatif cepat ketika lalu lintas lancar. Namun, jam sibuk, hujan, atau kepadatan di jalan utama dapat memperpanjang waktu perjalanan.
Sebagai gambaran, perjalanan sekitar 14–16 km menuju kawasan pusat kota dapat memiliki estimasi waktu berkendara sekitar 15 menit dalam kondisi tertentu, tetapi angka tersebut bukan jaminan waktu tempuh aktual.
LRT tidak terpengaruh kemacetan jalan raya, tetapi waktu perjalanan perlu dihitung bersama waktu menunggu kereta dan perjalanan dari stasiun menuju tujuan akhir.
Pada 2026, jadwal operasional LRT dari Stasiun Bandara dilaporkan berlangsung hingga sekitar pukul 19.55 untuk perjalanan terakhir dari arah bandara.
Karena itu, penumpang yang mendarat larut malam sebaiknya tidak menjadikan LRT sebagai satu-satunya rencana.
Waktu kedatangan menjadi faktor yang sering dilupakan. Moda yang tersedia pada siang hari belum tentu menjadi pilihan ketika pesawat mendarat malam.
Untuk penumpang yang baru pertama kali datang ke Palembang, taksi atau transfer yang sudah dipesan dapat memberikan ketenangan lebih besar daripada mencari kendaraan secara spontan.
Jumlah orang dan koper sering kali lebih menentukan daripada harga tiket per orang.
Perjalanan dari bandara sebenarnya sederhana selama beberapa hal sudah dipastikan sebelum keluar terminal.
Moda paling murah belum tentu paling murah secara keseluruhan. Misalnya, LRT mungkin menghemat biaya perjalanan utama, tetapi Anda masih perlu membayar kendaraan lanjutan dari stasiun ke hotel.
Sebaliknya, taksi yang terlihat lebih mahal bisa menjadi lebih efisien jika digunakan empat orang dan langsung mengantar sampai pintu hotel.
Ada. Stasiun Bandara SMB II terhubung dengan jaringan LRT Sumatera Selatan yang melayani sejumlah kawasan kota hingga Jakabaring.
LRT umumnya menjadi salah satu pilihan paling ekonomis untuk perjalanan menuju kawasan yang terhubung dengan stasiunnya. Tarif perjalanan dari/ke Stasiun Bandara dilaporkan Rp10.000 pada 2026.
Taksi atau mobil transfer biasanya lebih praktis karena keluarga dapat langsung menuju hotel tanpa berganti moda dan lebih mudah membawa koper.
Layanan daring tersedia, tetapi penumpang harus mengikuti titik penjemputan yang ditentukan oleh pengelola bandara.
Siapkan alternatif seperti taksi, kendaraan daring, atau airport transfer yang sudah dipesan. Jangan menunggu di bandara tanpa memastikan moda terakhir yang tersedia.
Transportasi dari bandara ke pusat kota Palembang sebenarnya cukup fleksibel. LRT unggul untuk perjalanan hemat dan bebas macet, sementara taksi, kendaraan daring, atau airport transfer lebih praktis untuk koper dan perjalanan langsung.
Kuncinya sederhana: lihat tujuan, jam kedatangan, jumlah penumpang, dan bagasi sebelum memilih moda. Dengan begitu, perjalanan dari Bandara SMB II menuju Palembang bisa dimulai tanpa drama.