SUMATERA SELATAN — Keputusan menutup Stasiun Karet merupakan bagian dari integrasi layanan commuter line dengan moda transportasi lain di kawasan Dukuh Atas. Stasiun BNI City yang terletak tidak jauh dari lokasi lama ditunjuk sebagai titik transit pengganti bagi pengguna KRL yang biasa turun atau naik di Stasiun Karet.
Pada hari pertama operasional, arus penumpang di Stasiun BNI City tercatat belum mengalami lonjakan signifikan. Sebagian pengguna commuter line memang telah mulai menyesuaikan rute, namun situasi masih jauh dari kata padat.
Pantauan di lokasi pada Selasa pagi menunjukkan pergerakan penumpang yang cenderung normal. Beberapa pengguna KRL terlihat turun di Stasiun BNI City dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kawasan perkantoran di sekitar Dukuh Atas atau Sudirman.
Petugas di stasiun tampak bersiaga membantu penumpang yang baru pertama kali menggunakan rute baru ini. Papan penunjuk arah dan informasi perpindahan moda telah dipasang di sejumlah titik strategis untuk memandu pengguna.
Meski begitu, pengelola memperkirakan kepadatan akan mulai terasa pada jam sibuk sore hari, ketika pekerja kantoran kembali menggunakan commuter line untuk pulang. Stasiun BNI City sendiri memiliki kapasitas yang dirancang untuk menampung volume penumpang yang lebih besar dibandingkan Stasiun Karet.
KAI Commuter menegaskan bahwa penutupan Stasiun Karet tidak mengganggu jadwal perjalanan KRL secara keseluruhan. Seluruh rangkaian kereta yang sebelumnya berhenti di Stasiun Karet kini diarahkan untuk berhenti di Stasiun BNI City tanpa mengubah waktu tempuh secara signifikan.
Penyesuaian rute ini juga diikuti dengan penambahan layanan informasi di dalam kereta. Pengumuman melalui pengeras suara secara berkala mengingatkan penumpang bahwa Stasiun BNI City menggantikan Stasiun Karet sebagai titik pemberhentian di kawasan tersebut.
Pengguna commuter line yang selama ini terbiasa dengan akses Stasiun Karet disarankan untuk mempelajari jalur koneksi baru ini. Jarak antara kedua stasiun tidak terlalu jauh, namun penumpang perlu memperhitungkan waktu ekstra untuk berjalan kaki jika memiliki koneksi dengan moda transportasi lain seperti TransJakarta atau kereta bandara.
Masa transisi ini akan menjadi periode evaluasi bagi KAI Commuter. Kepadatan di Stasiun BNI City serta kelancaran perpindahan penumpang akan terus dipantau untuk menentukan langkah penyesuaian selanjutnya.
Keputusan akhir untuk menutup Stasiun Karet permanen akan dievaluasi setelah melihat efektivitas operasional Stasiun BNI City dalam beberapa pekan ke depan. Jika ditemukan kendala signifikan, pengelola tidak menutup kemungkinan untuk melakukan