KARO — Dampak erupsi Gunung Sinabung yang terjadi Senin (31/8) sekitar pukul 10.17 WIB langsung terasa di perkotaan Berastagi. Kolom abu yang terpantau menjulang hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak membuat kawasan tersebut diselimuti material vulkanik halus, mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga di luar rumah.
Imbauan Dinas Pendidikan untuk Warga Sekolah
Menanggapi kondisi ini, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara meminta seluruh siswa dan tenaga pendidik di wilayah terdampak meningkatkan kewaspadaan. Prioritas utama adalah keselamatan dan kesehatan peserta didik di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Karo, Zulkarnain Barus, di Kabanjahe, Senin (31/8), menegaskan bahwa penggunaan masker menjadi keharusan bagi semua warga sekolah.
"Sehubungan dengan Gunung Sinabung yang kembali mengalami erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik, kami mengimbau seluruh warga sekolah, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK, di kawasan terdampak untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," katanya.
Antisipasi Gangguan Kesehatan Saluran Pernapasan
Selain memakai masker, pihak sekolah diminta menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko paparan abu. Zulkarnain juga menginstruksikan agar setiap sekolah aktif mengikuti perkembangan informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang terkait aktivitas Gunung Sinabung.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Paparan abu vulkanik dalam jangka panjang memang dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan manusia.
Warga Diminta Tidak Mendekati Zona Berbahaya
Tidak hanya bagi pelajar, masyarakat umum dan pengguna jalan di wilayah terdampak erupsi juga diminta waspada. Penggunaan masker sangat disarankan, khususnya saat berkendara atau beraktivitas di luar ruangan yang terpapar langsung debu vulkanik.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya demi keselamatan bersama. Informasi terkini mengenai status gunung dan potensi bahaya sebaiknya terus dipantau dari sumber resmi. (net)