SUMATERA SELATAN — Antrean panjang di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akhirnya mendapat penanganan serius. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mengerahkan armada besar untuk mempercepat pergerakan kendaraan, terutama truk logistik yang volumenya melonjak.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyebut pola TBB menjadi kunci percepatan layanan. Dengan pola ini, kapal yang baru tiba langsung membongkar muatan, lalu berangkat kembali tanpa menunggu lama di dermaga.
"Penerapan pola TBB ditujukan untuk mengurangi waktu kapal berada di dermaga," kata Media dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Meski mengedepankan kecepatan, ASDP tidak mengabaikan aspek teknis. Penyesuaian pola operasional tetap mempertimbangkan kapasitas dermaga, kondisi lalu lintas kendaraan di sekitar pelabuhan, serta keselamatan pelayaran.
Langkah ini juga diambil saat ASDP tengah memperbaiki satu pasang dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Perbaikan infrastruktur itu ditujukan untuk memperkuat kesiapan layanan menjelang angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
ASDP tidak berhenti pada 24 kapal yang sudah beroperasi. Kapal perbantuan lain tengah disiapkan untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan yang sempat memanjang hingga belasan kilometer.
KMP Jatra I, kapal berkapasitas besar, sudah disiapkan untuk membantu layanan di Ketapang. Saat ini kapal tersebut masih dalam proses perizinan pelayaran dari Merak menuju Ketapang.
Sebelumnya, tiga kapal perbantuan sudah tiba lebih dulu. KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk, sementara KMP Liputan XII beroperasi dengan pola serupa di Dermaga LCM Ketapang.
ASDP juga memperkuat koordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait. Fokusnya mengatur arus kendaraan, khususnya kendaraan logistik yang mendominasi antrean.
"Kami dari ASDP juga terus melakukan koordinasi intensif dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait untuk mengatur arus kendaraan, khususnya kendaraan logistik, sekaligus mempercepat penguraian antrean akses menuju pelabuhan," ujar Media.
Menurutnya, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap upaya peningkatan layanan penyeberangan. Langkah-langkah percepatan ini diharapkan mampu memulihkan kelancaran arus barang dan penumpang di salah satu lintas penyeberangan tersibuk di Indonesia tersebut.