Pencarian

102 Motor Terjaring Razia Dua Pekan di Palembang, 80 di Antaranya Pakai Knalpot Brong

Selasa, 08 September 2026 • 09:02:02 WIB
102 Motor Terjaring Razia Dua Pekan di Palembang, 80 di Antaranya Pakai Knalpot Brong
Satlantas Polrestabes Palembang menindak 102 sepeda motor tidak sesuai spesifikasi dalam operasi dua pekan terakhir.

PALEMBANG — Satlantas Polrestabes Palembang menindak 102 sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi peraturan lalu lintas dalam operasi yang berlangsung sejak 29 Agustus hingga 6 September 2026. Seluruh kendaraan yang ditilang tersebut merupakan roda dua dengan beragam jenis pelanggaran.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan didampingi Kasat Lantas AKBP Hendyanto memaparkan hasil operasi tersebut dalam konferensi pers di Mapolrestabes Palembang, Senin (7/9/2026) sore.

Rincian Pelanggaran: Dari Knalpot Brong hingga Pelat Nomor Palsu

Dari 102 kendaraan yang diamankan, polisi mencatat 100 pelanggaran tidak mengenakan helm. Sebanyak 93 kendaraan lainnya tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), sementara 80 motor menggunakan knalpot brong.

Polisi juga menemukan 15 pelanggaran berupa boncengan tiga orang serta 67 kendaraan yang masuk kategori grempang atau tidak laik jalan.

“Kami melakukan kegiatan penindakan terhadap kendaraan tidak sesuai spesifikasi yang diterapkan oleh peraturan, baik menggunakan knalpot brong, menggunakan plat nomor palsu, atau tidak menggunakan plat nomor,” kata Sonny dalam rilis resminya.

Mengapa Penindakan Manual Lebih Efektif daripada ETLE

Operasi ini sengaja dilakukan secara manual oleh petugas di lapangan. Sonny menjelaskan, pelanggar jenis ini sulit dijaring melalui kamera ETLE yang terpasang di sejumlah sudut Kota Palembang.

“Selama kegiatan tersebut berlangsung kami telah melakukan penindakan terhadap 102 kendaraan yang semuanya adalah kendaraan roda dua,” jelasnya.

Penindakan ini merupakan respons atas maraknya balap liar yang meresahkan warga. Polisi menyebut upaya ini dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus teguran agar tidak dicontoh pengendara lain.

Fakta Memprihatinkan: Pembalap Liar Didominasi Pelajar SMP dan SMA

Kasat Lantas AKBP Hendyanto mengungkapkan fakta yang menjadi perhatian serius. Sebagian besar anak yang terlibat balap liar di Palembang ternyata masih berstatus pelajar SMP dan SMA.

“Kami tidak henti-hentinya tetap melakukan imbauan, tidak hanya melalui public address, melalui media sosial dan media-media lain. Tapi kita juga bekerja sama dengan pihak sekolah, karena kita identifikasi bahwasanya yang melaksanakan balap liar ini rata-rata anak masih sekolah,” ucapnya.

Hanya sebagian kecil dari mereka yang sudah tidak bersekolah atau telah tamat. Kondisi ini mendorong polisi meminta perhatian lebih dari orang tua, sebab aktivitas tersebut membahayakan keselamatan pengendara dan mengganggu ketertiban umum.

Anak di Bawah Umur Masih Berkeliaran hingga Pukul 05.00 WIB

Temuan lain yang memprihatinkan, petugas masih menemukan anak-anak di bawah usia 18 tahun berkeliaran hingga dini hari. Patroli dan penindakan yang dilakukan berlangsung hingga menjelang pagi untuk membubarkan aksi mereka.

“Kita miris anak-anak umur di bawah 18 tahun berkeliaran sampai jam 5 subuh. Ya, kami lakukan penindakan sampai mengejar ini sampai jam 5 subuh,” kata Hendyanto.

“Ini bukan tugas polisi semata dan instansi lain, tapi peran serta orang tua juga sangat besar di sini,” tegasnya.

Patroli Anti Balap Liar Akan Terus Digencarkan

Polrestabes Palembang memastikan patroli dan penindakan akan terus dilakukan sebagai upaya mencegah balap liar, konvoi yang meresahkan, maupun potensi tawuran. Polisi menegaskan menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.

“Ini menjadi perhatian kita semua. Jadi kami polisi, Polisi Lalu Lintas dan Polrestabes pada umumnya yang dipimpin oleh Bapak Kapolres, ini bukan tugas kita semata, tapi ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: relung.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks