SUMATERA SELATAN — Uji ini digelar saat ekonomi Amerika sedang panas-panasnya. Pasar saham mengembang, pengangguran rendah, dan kredit mengalir deras. Para eksekutif baby-boomer yang baru menerima bonus tahunan jadi target empuk produsen mobil mewah. Analis bahkan memprediksi segmen sedan USD 30.000–40.000 akan jadi salah satu yang tumbuh paling cepat.
Car and Driver membandingkan sembilan "Middle-Management Motivators" di bawah USD 34.000 pada edisi Februari 1997. Setahun kemudian, mereka menaikkan standar: tujuh sedan yang diuji kali ini punya harga rata-rata USD 5.500 lebih mahal, tapi angka pengujiannya nyaris identik.
Inilah temuan paling penting dari komparasi ini. Di uji Februari 1997, tidak satu pun mobil punya kombinasi kulit, traction control, dan remote entry sekaligus. Di uji 1998, ketujuhnya punya semua itu.
Empat mobil memakai trim kayu asli, empat punya setir teleskopik, dan lima dilengkapi kontrol iklim dua zona. Sebelumnya, hanya satu atau dua mobil yang punya salah satu fitur itu. Jadi jelas: performa bukan kartu as di segmen ini. Pembeli dimanjakan lewat kenyamanan kabin dan sensasi estetis.
Tiga model dirombak total untuk 1998. Audi A6 hadir dengan bodi baru yang menawan, menawarkan tiga pilihan desain interior tanpa biaya tambahan. Car and Driver memilih versi front-wheel-drive yang lebih ringan dan gesit.
Lexus GS300—peraih 10Best—kembali dengan styling kontroversial, mesin enam silinder yang agresif, dan dinamika sasis yang tajam. Tenaga tambahan plus harga yang jauh lebih rendah membuat GS300 1998 jauh lebih menarik dari pendahulunya.
Saab 9-5 SE menggantikan 9000CSE V-6 yang lamban. Model baru ini membawa mesin V-6 turbo intercooler inovatif, transmisi jauh lebih responsif, dan bodi baru yang lapang. Saab bahkan mengklaim sebagai yang pertama di industri dengan pendingin jok.
Tiga nama lama kembali: Cadillac Catera dan Volvo S70 GLT (dulu 850GLT) kini datang dengan perlengkapan lebih mewah. Mazda Millenia hadir dalam trim S dengan mesin V-6 supercharged Miller-cycle. Mercedes-Benz C280 melengkapi daftar dengan mesin V-6 baru dan berbagai penyempurnaan detail.
Oldsmobile Aurora sebenarnya masuk rentang harga, tapi sedikit yang berubah untuk memperbaiki kelemahan yang membuatnya ranking kelima di uji 1994. Mitsubishi Diamante LS juga nyaris masuk, tapi ukurannya besar dan bantingannya terlalu lembut—tidak sejalan dengan karakter mobil lain yang lebih lincah.
BMW 328i yang sangat dinanti tidak tersedia untuk pengujian. Ini catatan penting: tanpa BMW, uji ini kehilangan salah satu tolok ukur utama sedan sport Eropa.
Pada Agustus 1994, Millenia S yang masih segar berhasil memikat dan meraih peringkat kedua, tepat di belakang BMW 325i. Karakternya yang sporty dan bodi ramping dengan koefisien drag 0,29 dipuji. Kualitas rakitan dan nilai jualnya dinilai kuat saat itu.
Tapi waktu dan krisis ekonomi Asia tidak berpihak pada Millenia. Harganya kini hanya USD 268 lebih murah dari Lexus GS300 dasar. Penyebabnya: mesin 2,3 liter supercharged Miller-cycle bertenaga 210 hp mahal dibuat dalam volume rendah—hanya sekitar 4.636 unit per tahun di seluruh dunia.
Meski harga dasarnya tinggi—hanya GS300 dan 9-5 SE yang lebih mahal—Millenia terasa telanjang. Kayu asli digantikan kayu imitasi, dan pintunya menutup dengan bunyi yang tidak meyakinkan.
Beberapa model dalam uji ini pernah atau masih beredar di Indonesia dalam jumlah terbatas. Mercedes-Benz C280 (W202) dan Volvo S70 sempat dijual resmi, sementara Audi A6 generasi C5 dan Saab 9-5 hanya masuk lewat importir umum. Mazda Millenia nyaris tidak dikenal di pasar lokal.
Bagi kolektor mobil klasik di Indonesia, temuan utama uji ini tetap relevan: sedan mewah Eropa akhir 1990-an mengorbankan performa demi kenyamanan kabin. Jika mencari yang benar-benar enak dikendarai, bukan sekadar nyaman diduduki, Lexus GS300 dan Saab 9-5 adalah dua nama yang layak diburu.