PALEMBANG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Ar-Riyadh berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Selain dihadiri Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam, acara itu turut diikuti para ulama, tokoh agama, majelis, serta santri Ponpes Ar-Riyadh.
Rangkaian kegiatan di Ponpes Ar-Riyadh mencakup empat agenda sekaligus. Selain peringatan Maulid Nabi, pesantren tersebut memperingati Milad ke-55, Haul Muassis Ma'hadir Riyadh ke-43, dan Walimatul Ursy.
Prima Salam menekankan pentingnya peran pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis keislaman. Menurutnya, pesantren memiliki tugas menanamkan nilai moral, membentuk karakter, serta membekali santri dengan pemahaman agama yang bisa diterapkan sehari-hari.
Kehadiran orang nomor dua di Pemkot Palembang itu mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap aktivitas keagamaan dan pendidikan Islam. Dukungan tersebut menyasar peran pesantren dalam membina generasi muda di Kota Palembang.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar agenda keagamaan tahunan. Momentum itu menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengenang perjalanan hidup Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak mulia dan sikap kepemimpinannya.
Rangkaian Milad ke-55 dan Haul Muassis Ma'hadir Riyadh ke-43 menambah bobot kegiatan. Dua agenda tersebut menegaskan jejak panjang Ponpes Ar-Riyadh sebagai lembaga pendidikan Islam di Palembang.
Walimatul Ursy yang digelar bersamaan menjadi penutup rangkaian acara. Kombinasi empat agenda ini menjadikan Ponpes Ar-Riyadh sebagai titik temu berbagai unsur masyarakat dalam satu waktu.
Kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi di Ponpes Ar-Riyadh membuka ruang silaturahmi antara pemerintah, ulama, santri, dan masyarakat. Hubungan yang terjalin diharapkan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di Kota Palembang.
Nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, kepedulian, kesabaran, dan keikhlasan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Semangat itu dinilai relevan untuk mendukung terwujudnya Palembang yang religius, rukun, dan saling menghargai.
Melalui momentum Maulid Nabi di Ponpes Ar-Riyadh, masyarakat diajak menghidupkan keteladanan Rasulullah SAW. Ajakan itu menyasar lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.