PALEMBANG — Perbaikan kualitas udara di Palembang tidak merata. Kawasan Musi 2 sempat menyentuh indeks 82 pada dini hari, tetapi GP PLM dan Demang justru bertahan di level tidak sehat dengan angka 156 dan 151 pada pukul 05.00 WIB.
Hujan yang turun di sejumlah wilayah Palembang dan Sumatera Selatan menjadi angin segar di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. BMKG Sumatera Selatan sebelumnya menyampaikan sejumlah wilayah Sumsel mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut terjadi di tengah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca yang berlangsung hingga 23 September 2026. Berdasarkan prediksi cuaca sepekan dari BMKG Pusat dan Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, terdapat potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah pesisir barat hingga bagian tengah Sumatera Selatan.
Potensi awan hujan itu dimaksimalkan melalui OMC oleh tim gabungan untuk mempercepat terjadinya hujan di wilayah yang memiliki potensi awan. Upaya tersebut diharapkan membantu mengurangi potensi munculnya titik panas atau hotspot sekaligus menekan sebaran asap yang berdampak terhadap kualitas udara di Sumatera Selatan.
Kawasan Sukarami berada pada angka 129 yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif atau kelompok rentan. Kualitas udara di sejumlah kawasan Palembang pada Rabu pagi masih berada pada kategori tidak sehat, meski sebelumnya mengalami penurunan konsentrasi polutan setelah hujan.
BMKG Sumsel menyebut hujan yang terjadi di sejumlah wilayah merupakan momentum yang diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kabut asap. Namun, kondisi kualitas udara tetap perlu dipantau karena dapat berubah dengan cepat, terutama apabila kembali terjadi peningkatan aktivitas karhutla.
Koordinator BMKG Sumsel mengingatkan Sumatera Selatan masih menghadapi periode kemarau yang lebih panjang. Kondisi tersebut membuat potensi munculnya hotspot baru masih perlu diwaspadai.
Masyarakat Palembang diimbau tetap memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan berdasarkan kondisi udara terkini. BMKG juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap sumber api baru di tengah kondisi lahan yang masih kering.
Warga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka dan tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu karhutla. Dengan masih berlangsungnya OMC hingga 23 September 2026, pemerintah berharap potensi awan hujan yang tersedia dapat terus dimaksimalkan untuk membantu mengurangi hotspot dan asap di wilayah Sumatera Selatan.