Pencarian

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 50.000 Kaki hingga Sumatera Selatan, Warga Diimbau Pakai Masker

Minggu, 06 September 2026 • 05:21:01 WIB
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 50.000 Kaki hingga Sumatera Selatan, Warga Diimbau Pakai Masker

HALOPALEMBANG.COM — Sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau terdeteksi meluas hingga ke wilayah Sumatera Selatan pada lapisan udara berketinggian 50.000 kaki. Fenomena akibat erupsi menerus di Selat Sunda tersebut memicu imbauan pemakaian masker bagi masyarakat guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu. Pemerintah daerah bersama BPBD di enam provinsi terdampak kini memperkuat koordinasi penanganan dampak debu vulkanik tersebut.

Gunung api di Selat Sunda itu kembali mengalami erupsi pada Minggu pukul 03.53 WIB. Laporan resmi MAGMA Indonesia dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan tinggi kolom letusan belum teramati lantaran erupsi masih terus berlangsung saat data dirilis oleh petugas pengamat Rioboniek Situmorang.

Sebaran Abu Terbagi Dua Lapisan Udara

BMKG memetakan abu vulkanik terbagi dalam dua lapisan ketinggian. Lapisan permukaan hingga 20.000 kaki bergerak ke arah Tenggara-Selatan yang mencakup wilayah Banten dan Jawa Barat.

Lapisan kedua membentang dari permukaan hingga 50.000 kaki. Lapisan tinggi ini mencakup wilayah yang jauh lebih luas, yakni Lampung, Banten, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia.

Ketinggian 50.000 kaki merupakan jalur krusial navigasi internasional. Kondisi ini membuat otoritas penerbangan Indonesia berkoordinasi intensif dengan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin Australia guna memantau rute perjalanan udara.

Imbauan Masker dan Antisipasi Gangguan Kesehatan

Pemerintah daerah di enam provinsi terdampak diminta terus berkoordinasi dengan BPBD masing-masing. Langkah koordinasi ini diarahkan untuk mengantisipasi potensi masalah kesehatan masyarakat akibat paparan partikel abu vulkanik.

Warga yang berada di wilayah sebaran diimbau mengenakan masker saat beraktivitas. Selain itu, masyarakat diminta membatasi mobilitas di luar ruangan apabila tidak ada kepentingan mendesak.

Ancaman bahaya material erupsi sebelumnya telah diperingatkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM melalui imbauan resmi mitigasi bencana.

"Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat," tulis pernyataan resmi Badan Geologi Kementerian ESDM.

Status Level III dan Imbas Penerbangan

Tiga jadwal penerbangan di Lampung terpaksa dibatalkan demi keselamatan armada dan mengantisipasi risiko kerusakan mesin pesawat akibat partikel abu. Langkah serupa sempat terjadi menyusul penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta pada dini hari yang sama.

PVMBG memastikan status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level III (Siaga) terhitung sejak 2 Juli 2026. Sejak status siaga ditetapkan, gunung berapi di Selat Sunda tersebut telah mencatatkan lebih dari 240 kali letusan.

Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang keras beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Adapun potensi ancaman gelombang tsunami akibat aktivitas vulkanik saat ini dinilai sangat kecil hingga mendekati nihil.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks